Rekomendasi

Tak Kunjung Direlokasi, Puluhan Warga Wadul Dewan

Rabu, 09 Agustus 2017 : 17.44
Loading...
KARANGANYAR - Karena tidak kunjung direlokasi, sebanyak 21 kepala keluarga (KK) warga Dusun Buntung Rt 02/Rw 04 Desa Gerdu, kecamatan Karangpandan, mengadukan nasib mereka kepada Komis D DPRD Karanganyar.

Puluhan kepala keluarga ini, diterima ketua DPRD dan ketua Komisi D, di ruang OR, DPRD Karanganyar, Rabu (9/8/2017).

Kepala Desa Gerdu, Suwarno mengatakan, di Dusun Buntung, telah terjadi bencana tanah longsor sebanyak 3 kali, tahun 2007, 2008 dan tahun 2012. Di lokasi ini, bahkan telah terjadi rekahan dan gerakan tanah seluas 500 meter dan membahayakan keselamatan warga.

Menurut Suwarno, jika musim penghujan, seluruh warga terpaksa harus mengungsi karena khawatir akan terjadi longsor. Badan Geologi juga telah menyatakan, bahwa kawasan Dusun Buntung ini tidak layak sebagai lokasi tempat tinggal.

Dijelaskan Suwarno, warganya tersebut, secara patungan telah membeli tanah di daerah lain, namun kesulitan untuk membangun. Warga juga telah mengajukan permohonan kepada BPBD Karanganyar, BPBD Provinsi, BNPB Jakarta, serta Dinas Sosial, namun belum ada realisasi.

"Kami minta bantuan dari DPRD dan Pemkab Karanganyar untuk segera di relokasi. Warga kami juga siap relokasi secara mandiri. Yang menjadi kendala adalah biaya pembangunan rumah di lokasi yang baru," kata Suwarno.

Menanggapi keluhan warga tersebut, ketua DPRD karanganyar, Sumanto berjanji akan mengusulkan bantuan bagi 21 KK ini di anggaran perubahan 2017 sebesar Rp10 juta per KK. Menurut Sumanto, anggaran untuk relokasi berasal dari tiga sumber, dari Pemkab, Provinsi dan BNPB.

"Kita akan masukkan ke dalam anggaran perubahan 2017. Untuk sementara, bantuan dari Kabupaten dulu sambil menunggu dana dari provinsi dan pusat," kata Sumanto.

Terpisah, ketua komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani menyesalkan lambannya penanganan Pemkab terhadap 21 KK yang berada di daerah rawan bencana ini. Padahal menurut Endang, di lokasi ini termasuk daerah rawan bencana dan tidak layak untuk hunian.

"Ini sangat aneh, bencana sudah terjadi sejak 2007, 2008 dan 2012 ditambah lagi telah terjadi rekahan tanah. Semenetara di Desa Menjing, Kecamatan Jenawi yang terjadi longsor tahun 2015 lalu, sudah direlokasi.

Saya sangat menyayangkan sikap Pemkab yang mengabaikan warga Dusun Buntung ini. Padahal mereka relokasi secara mandiri dan membeli tanah sendiri," tegas Endang. (Isw/gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners