Rekomendasi

Waduh, Baca Koran Jadul Siswa SD Tak Paham Siapa Soekarno dan Soeharto

Selasa, 15 Agustus 2017 : 21.21
Loading...
SUKOHARJO - Akankah semboyan jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah) hanya tinggal kata semata tanpa makna. Di usia kemerdekaan Indonesia ke-72 ini, ternyata beberapa siswa Sekolah Dasar (SD) kelas V dan VI ada yang tak mengenal siapa itu Sang Proklamator, Soekarno dan Presiden di masa Orde Baru, Soeharto.

Fenomena merisaukan itu dijumpai di sela pameran koran jaman dulu (Jadul) yang di gagas Museum Rekor Sukoharjo (Muresko) di sepanjang trotoar depan Kantor DPRD Sukoharjo, Selasa (15/8/2017) pagi.

Saat membaca tulisan koran lama yang memuat berita menjelang wafatnya Soekarno dan Soeharto. Mereka bertanya kepada guru yang mendampinginya siapa itu Soekarno dan Soeharto.

"Tadi beberapa siswa sempat bertanya usai membaca dan melihat gambar tokoh yang dimaksud Soekarno dan Soeharto. Kami pun jelaskan dan pahamkan bahwa tokoh tesebut adalah Presiden pertama dan kedua Republik Indonesia yang mempunyai andil sangat besar dalam pembangunan bangsa," tutur Susilo Apriliyanto, guru SD Negeri 2 Joho, Sukoharjo yang mendampingi anak didiknya datang di pameran tersebut

Susilo mengakui, adanya pameran koran lama ini, para siswa jadi semakin tahu seperti apa gambaran para tokoh bangsa pada masa itu, ketika mereka belum lahir. Selama ini pengetahun siswa terhadap para tokoh terbatas hanya pada lingkup pelajaran sekolah.

"Inilah bukti dengan gemar membaca, siswa menjadi lebih tahu secara jelas gambaran perjalan bangsa di masa lalu maupun masa kini. Kami sangat mengapresisi kegiatan ini," tambahnya.

Kegiatan edukasi dalam rangka hari jadi Muresko ke 12 dan HUT RI ke 72 ini, tak sekedar acara mencari sensasi semata, namun bermuara pada tujuan memberi ilmu pengetahuan kepada anak-anak tentang arti pentingnya manfaat membaca.

"Kami sengaja memajang ratusan lembar koran jaman dulu dengan fokus isi berita tentang para pemimpin bangsa yang mungkin saja tidak semua anak tahu, karena di masa itu mereka belum lahir," terang Direktur Muresko, Bimo Kokor Wijanarko saat di temui di sela pameran.

Lebih jauh Kokor menjelaskan, dalam pameran koran lama ini, sengaja dipilih beberapa arsip berita yang berisi seputar hari-hari terakhir meninggalnya Soekarno, Soeharto hingga Gus Dur, Sediktanya 30 koran terbitan sekira tahun 1955 -1972 di pajang dalam pameran tersebut, disamping 400 koran terbitan baru.

"Pameran ini bertujuan menumbuhkan spirit nasionalisme kepada siswa sejak dini agar mereka tahu sejarah para pemimpin melalui media koran," pungkasnya.(Sapto/gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners