Rekomendasi

Antisipasi Bencana Banjir, BBWS Bengawan Solo Terapkan Sistem EWS

Jumat, 29 September 2017 : 21.33
SUKOHARJO - Antisipasi datangnya musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir di beberapa wilayah Soloraya, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyiapkan sistem peringatan dini terhadap banjir berbasis elektronik. Atau disebut Early Warning System (EWS).

Dalam sebuah pertemuan membahas penanganan banjir bersama instansi / dinas terkait se-Soloraya dan relawan sekolah sungai di ruang sidang BBWSBS, jalan Ahmad Yani, Kartasura, Sukoharjo, Jum'at (29/9/2017), Konsultan IT BBWSBS, Setiyarso Gunawan menjelaskan, sistem peringatan tersebut menggunakan aplikasi geotagging (android) pada telepon seluler, dan juga SMS gateway.

Sistem ini dibuat, berdasarkan evaluasi dari banjir Cimanuk yang terjadi di Garut beberapa waktu lalu.

"Alur proses sistem EWS diawali dengan relawan yang melaporkan kondisi debit air melalui aplikasi EWS di android. Relawan melaporkan mulai dari tinggi muka air dalam skala hijau, kuning, dan merah (untuk evakuasi)," paparnya.

Skala dengan warna tersebut menurut dia untuk memudahkan relawan dalam menyampaikan laporan. Melalui aplikasi ini, juga dapat dilaporkan foto kondisi sungai, serta kondisi cuaca.

Laporan nantinya diterima Posko Banjir BBWSBS. Pihak posko banjir kemudian akan menyesuaikan data laporan dari relawan, dengan prakiraan cuaca dari BMKG.

Selanjutnya, akan disampaikan kepada masyarakat terutama di daerah rawan bencana banjir melalui layanan SMS terkait himbauan apakah mereka harus mengungsi atau tidak, untuk mengantisipasi kejadian banjir.

Sementara, Kepala BBWS Bengawan Solo, Charisal Akdian Manu menambahkan, sistem peringatan dini melalui aplikasi telepon seluler tersebut merupakan bagian dari konsep penanganan non-struktural dari program pengendalian banjir.

"Konsep pengendalian banjir untuk tahun 2017 ini ada dua program yakni, penanganan struktural, dan non struktural," ujarnya. Adapun untuk konsep penanganan struktural meliputi pembangunan tanggul sungai dan pelindung tebing sungai. (Sapto Nugroho/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya