Rekomendasi

Pariz Penghina Wartawan Madina, Ini Cara Minta Maafnya..!

Selasa, 26 September 2017 : 19.45
PANYABUNGAN - Setelah kurang lebih empat bulan dugaan kasus penghinaan dan pengancaman yang dilakukan terlapor Rahma Lubis (Pariz) terhadap Putra Saima salah seorang Wartawan yang bertugas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara bergulir di Polres Madina.

Akhirnya, melalui mediasi yang dilakukan Kasatreskrim Polres Madina, AKP. M Nainggolan, kedua belah pihak secara kekeluargaan telah melakukan perdamaian, Selasa (26/9/2017).

Perdamaian kedua belah pihak tersebut ditandai dengan adanya surat perdamaian antara pelapor Putra Saima dan terlapor Rahma Lubis (Pariz) yang disaksikan Kasatreskrim Polres Madina, AKP. M Nainggolan dan Ketua PWI Madina, Sarmin Harahap, serta dua orang wartawan yang bertugas di Madina Liansyah Rangkuti dan Jeffry Barata Lubis diruangan Kasatreskrim Madina.

Didalam surat perdamaian tersebut dinyatakan bahwa pihak kedua selaku terlapor telah meminta maaf kepada pelapor selaku pihak pertama serta seluruh wartawan yang bertugas di Kabupaten Madina dan bersedia meminta maaf secara langsung melalui akun facebook milik pihak kedua (terlapor) atas akun Pariz Lubis dan juga melalui media cetak, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi maupun melakukan perbuatan pidana lainnya.

Setelah terjadi perdamaian di antara kedua belah pihak, masalah permasalahan sudah tidak ada lagi, serta kedua belah pihak tidak akan tuntut menuntut baik secara pidana maupun perdata.

Kemudian pihak pertama Putra Saima selaku pelapor langsung melakukan pencabutan laporan polisi nomor : LP/67/V/2017/SU/RES MD tanggal 30 Mei 2017 tentang terjadinya tindak pidana.

“Dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nnama baik atau pengancaman,” sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) dan (4) jo pasal 45 ayat (3) dan (4) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Terlapor Rahma Lubis (Pariz) (25), mengakui bahwa beliau sangat menyesal atas kejadian ini.

Dimana sambungnya, saat itu ia sedang merasa kesal dan marah membuat status di media sosial facebook, sehingga akibat dari kalimat yang ada di status tersebut telah membuat Putra Saima yang berprofesi sebagai wartawan dan seluruh wartawan yang bertugas di madina merasa tersinggung.

“Saat itu saya sedang merasa kesal dan dalam kondisi emosi yang tidak stabil sehingga tanpa sengaja atau khilaf membuat status yang menyinggung perasaan Putra Saima yang berprofesi sebagai wartawan dan seluruh wartawan Madina.

Untuk itu disini saya meminta maaf atas perbuatan saya dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ungkapnya yang juga ia tuangkan dalam siaran langsung yang ada di akun media sosial facebook atas nama akun Pariz Lubis miliknya.

Semetara itu Kasatreskrim Polres Madina, AKP. M Nainggolan kepada Andalas usai terjadi perdamaian mengatakan, maka atas dasar perdamaian kedua belah pihak ini dan telah di cabutnya laporan oleh pelapor dalam hal ini Putra Saima selaku pihak pertama.

Maka kasus ini akan kita hentikan atau di SP3 kan. “Saya berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan sedikit imbauan buat masyarakat agar menjadikan ini pelajaran serta berhati-hati dalam membuat status media sosial,” tandasnya. (Liansah Rangkuti/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners