Rekomendasi

Al-Munawar Kampung Arab Dari Palembang

Senin, 23 Oktober 2017 : 00.17
Published by Hariankota
PALEMBANG - Destinasi wisata di Kota Palembang yang terkenal dengan istilah kota Pempek, tidak hanya menonjolkan wisata di Benteng Kuto Besak ataupun Pulau Kemarau yang terkenal dengan cerita asal muasalnya.

Salah satu wisata yang mulai ramai menarik peminat yakni Widata Al-Munawar atau yang biasa disebut Kampung Arab oleh warga Palembang. Kampung ini terletak di wilayah 13 Ulu, Palembang.

Asal usul Kampung Arab Al-Munawar tak terlepas dari peran Pemerintah Belanda yang pada ratusan tahun silam, sekitar 1825, melakukan pendekatan terhadap Etnis Arab, dengan menunjuk seorang pemimpin yang diberi pangkat Kapten.

Kapten Arab terakhir disini bernama Ahmad Al-Munawar yang wafat pada tahun 1970.

Di Kampung Al'munawar terdapat deretan rumah-rumah tua yang berusia mencapai hingga 250 tahun yang masih koko berdiri lantaran terbuat dari kayu-kayu ulin dan batu marmer yang didatangkan langsung dari Eropa.

Masyarakat Al-Munawar sangat ramah dan terbuka dengan wisatawan yang datang. Kalau memasuki kampung ini jangan kaget karena memang kampung Al'Munawar lekat sekali dengan adat Arab.

Wanita memakai jilbab panjang dan burqo menutupi wajah berjalan malu-malu saat berpapasan dengan wisatawan, sedangkan kaum laki-laki bersiap-siap pergi ke masjid.

Sekolah disini pada hari Jum'at diliburkan, sedangkan hari minggu pelajar bersekolah seperti biasa. Hal ini berkiblat pada kalender islam karena hari Jum'at merupakan hari yang istimewa.

Ada sekitar 30 kepala keluarga, kira-kira 300 penduduk yang mendiami Kampung Al Munawar. Mereka semua mempunyai tali darah persaudaraan karena aturan yang tidak membolehkan mereka untuk menikah dengan orang di luar kampung.

Namun aturan itu hanya berlaku untuk para perempuannya saja. Para pria tetap boleh menikahi perempuan di luar kampung namun tetap saja darah Arabnya masih kental dari garis keturunan sang ayah.

Selain itu, kampung ini juga menyajikan pemandangan langsung ke arah Sungai Musi yang merupakan ciri khas Sumatera Selatan. Makanan yang disajikan dikampung ini juga kental dengan makanan arab yakni nasi samin atau nasi minyak, serta kopi cap emas yang mempunyai ciri khas aroma dan rasanya.‎ (Asih/rahayu)
Share this Article :