Rekomendasi

Sstt! Polda Jateng Bidik Dugaan Penyimpangan Pembelian Rak Buku Perpustakaan Desa di Karanganyar

Selasa, 10 Oktober 2017 : 10.08
KARANGANYAR - Direktorat reserse dan kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah (Jateng) terus mendalami laporan warga terkait pengadaan buku dan pembelian rak buku untuk perpustakaan desa senila Rp 25 juta per desa.

Setelah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) di kecamatan Karanganyar, Colomadu Tawangmangu, dan Kecamatan Mojogedang, kali ini tim Ditreskrimsus Polda Jateng, meminta keterangan para kepala desa yang berada di Kecamatan Kebakramat dan Gondangrejo.

Selain melakukan klarifikasi terhadap kepala desa, tim Polda juga melakkan klarifikasi terhadap bendahara desa serta tim pelaksana kegiatan (TPK) Para kepala desa dari dua kecamatan ini, dimintai keterangan dan klarifikasi oleh tim Ditreskrimsus yang dipimpin Kanit 3, Kompol Tarta di ruang pertemuan Kecamatan Kebakramat, Karanganyar.

Kepada para kepala desa, Kompol Tarta mengatakan, pemanggilan ii dilakukan untuk menindaklanjuti laporan warga terkait pengadaan buku dan pembelian buku untuk perpustakaan desa.

Menurut Kompol Tarta, satu per satu para kepala desa, bendahara desa serta tim pelaksana kegiatan diklarifikasi. "Ini baru bersifat klarifikasi serta pengumpulan bahan keterangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat soal pengadaan buk dan pembelian rak buku," katanya di hadapan para Kepala Desa.

Dijelaskannya, dari hasil pengumpulan bahan keteranagn ini, akan diambil kesimpulan, apakah perlu ditindaklanjuti atau tidak.

"Jika ditemukan ada penyimpangan dan ada aturan yang dilanggar, amak segera kita koordinasikan dengan BPK, apakah ada kerugian negara atau tidak. Jika ditemukan ada kerugian negara, maka akan kita tingkatkan menjadi penyidikan," tandasnya.

Sementara itu, salah satu kepala desa yang enggan disebutkan namanya yang ikut dimintai klarifikasi, mengatakan, awalnya, Pemkab Karanganyar, meminta agar dalam APBDes, dianggarkan dana pengadaan buku dan pembelian rak buku senilai Rp 25 juta.

Setelah dianggarkan, dana Rp 25 juta dicairkan melalui reening salah satu bank.

"Kami hanya diminta untuk menganggarkan di APBDes.Setelah dianggarkan, kemudian datang rekanan untuk menawarkan buku dan rak. Saya sendiri tidak mengetahui rekanan itu,apakah sudah ditunjuk atau tidak, yang jelas, kami sudah melaksanakan sesuai dengan anggaran yang ada," ujarnya.

Ketika ditanyakan berapa jumlah buku, kepala desa di wilayah Kecamatan Gondangrejo ini mengaku ada sekitar 200 buku serta dua rak buku.

Sementara itu, Camat Gondangrejo, Junaidi Purwanto, mengatakan, di wilayahnya, tidak seluruh desa mengajukan anggaran perpustakaan desa yang dianggarkan melalui APBDes ini.

"Tidak semua mas, hanya sebagian.sebagian tidak menganggarkan," ujarnya.

Informasi yang dihimpun hariankota.com, permintaan keterangan para kepala desa, bendahara desa serta tim pelaksana kegiatan, akan terus dilakukan di seluruh Desa dan di pusatkan di kecamatan terdekat.

Permintaan keterangan ini, akan dilakaukan hingga hari Jumat (13/10/2017) mendatang.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Karanganyar, melalui Bapermades, menganggarkan Rp 25 juta untuk pembelian buku dan rak buru di masing-masing desa. Namun karena dinilai janggal, pengadaan buku ini dilaporkan ke Polda Jateng. (Iwan Iswanda/fer)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners