Rekomendasi

Tim Densus 88 Mabes Polri Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo

Selasa, 24 Oktober 2017 : 19.20
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri kembali melakukan penangkapan terhadap terduga teroris di perbatasan Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo tepatnya di Jembatan Mojo arah Kecamatan Mojobalan, Sukoharjo, Selasa (24/10/2017) sekira pukul 10.00 WIB.

Informasi di lapangan menyebutkan, terduga teroris yang ditangkap tersebut bernama Hasbi alias Hisbullah (18).

Tak hanya itu, usai penangkapan, Tim Densus 88 juga bergerak melakukan penggeledahan di sebuah ruko di Jalan Pramuka Dukuh Pabrik RT 01/RW 01 Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, tak jauh dari lokasi penangkapan.

Puluhan petugas Kepolisian nampak melakukan penjagaan ketat selama penggeledahan yang berlangsung sekira 1 jam, yang dimulai sekira pukul 12.30 WIB. Lokasi ruko yang berada di pinggir jalan raya telah menarik perhatian warga sehingga mereka berkerumun penasaran melihat peristiwa itu.

Kepala Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Ery Suseno Wibowo, mengungkapkan sebelum penggeledahan di ruko, dirinya telah diberi tahu oleh petugas dari Polsek Mojolaban.

Tak hanya itu, dia juga diminta masuk ke dalam ruko untuk turut menyaksikan barang-barang yang dibawa Tim Densus 88. "Tadi saya diminta dari pihak Polsek Mojolaban kalau ada penggeledahan di ruko Graha Safira, saya diminta untuk menyaksikan ke dalam," ungkapnya.

Sejumlah barang diamankan Tim Densus 88 dari dalam ruko yang di ketahui dikontrak oleh Hizbullah al Hasbi seperti, bendera ISIS, bendera Riwa Raya, sebilah pedang samurai, kemudian sebuah busur panah, pisau lipat, sejumlah buku, baju bertuliskan laskar mujahid dan beberapa telepon genggam.

"Ada banyak barang yang disita Densus. Semuanya dimasukkan dalam beberapa kardus dan dibawa ke dalam mobil," katanya melalui sambungan telepon.

Terpisah, Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya operasi Densus 88 dari Mabes Polri di wilayahnya. Dia juga mengatakan sempat berkoordinasi untuk menjembatani koordinasi dengan pihak keamanan setempat.

"Tadi dari pihak Densus berkordinasi dengan kami untuk memfasilitasi pengamanan selama penggeledahan berlangsung. Selain itu juga untuk memfasilitasi komunikasi dengan pihak RT dan Kepala Desa," pungkasnya. (Sapto Nugroho/fer)
Share this Article :

Berita Terbaru

Read More