Rekomendasi

Ketua DPW Pemuda Pancasila DIY Terima Awards Tokoh Pemuda 'Pancasialis'

Senin, 20 November 2017 : 06.51
Published by Hariankota
YOGYAKARTA - Peran pemuda jadi tulang punggung bangsa dalam sejarahnya telah banyak memberikan andil sebagai benteng Pancasila. Di era generasi milineal saat ini ancaman dan terpaan terhadap Pancasila bukan lantas hilang, namun keragaman gangguan dalam konteks kekinian pun terelakkan.

Respons guna mendorong semangat jiwa Pancasila di era milenial muncul dari Hendropriyono Strategic Consulting (HSC). Hal itu ditunjukkan dengan pemberian awards (penghargaan) kepada tokoh pemuda Indonesia yang menjadi penggerak pertama milenian Pancasila kepada Faried Jayen Soepardjan.

Jayen selama ini dikenal sebagai Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) DIY. Ia dinilai selalu konsisten dalam menyebarkan virus nilai-nilai Pancasila dalam berbagai macam kegiatan yang melibatkan pemuda di era milenia saat ini.

"Dia mengajak generasi milenia untuk selalu konsisten dengan nilai-nilai Pancasila, tak hanya dalam ucapan, tapi tindakan nyata," kata Hendropriyono pada wartawan usai penyerahan awards tersebut yang bertepatan dengan acara syukuran Hari Ulang Tahun, Farid Jayen di Hotel Santika, Minggu malam (19/11/2017).

Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) pertama yang dijuluki the master of intelligence itu mengatakan, era milenia ini Pancasila sedang didera berbagai idiologi luar masuk. Isu SARA menjadi satu pintu masuk dalam memecah belah bangsa.

"Untuk menjaga agar terhindar dari SARA harus kembali tanamkan jiwa Pancasila pada generasi muda. Kita gerakkan generasi muda kembali pada cita-cita luhur Pancasila, harus dimulai dari bawah," tandas Jenderal TNI (HOR) kelahiran Yogyakarta, 7 Mei 1945 ini.

Sementara Jayen mengaku satu sisi berterimakasih aras penghargaan ini. Sisi lain, dia harus menjaga betul penghargaan itu agar apa yang selama ini dirintis memberi manfaat untuk bangsa dan negara.

"Banyak kelompok-kelompok generasi saat ini yang gagal paham tentang Pancasila. Pancasila tidak hanya diucapkan, tapi diamalkan, dihayati, dan dilakukan dalam keseharian," katanya.

Menurutnya generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa saat ini banyak yang gagal faham memaknai Pancasila. Pancasila hanyalah dianggap sebagai ikon bangsa namun kering akan makna.

"Padahal Pancasila itu merupakan rumusan panduan hidup berbangsa dan bernegara dalam NKRI," kata pria yang menginjak usia ke 52 tahun itu.

Selama ini Jayen aktif dalam berbagai gerakan kepemudaan. Selain sebagai Ketua MPW Pemuda Pancasila DIY, Jayen berhasil menyatukan ormas - ormas melalui wadah Elemen Merah Putih (EMP) pada tahun 2016 lalu, serta aktif dalam berbagai seminar kemahasiswaan dan kepemudaan.

Sedang keanggotaan Pemuda Pancasila DIY sendiri mencapai sekitar 50 ribu orang terdiri dari 20 ribu pengurus dan 30 ribu anggota mulai pengurus tingkat desa (ranting) hingga tingkat Provinsi (Wilayah).

Pemberian penghargaan itu dihadiri ratusan pemuda di DIY serta sejumlah pejabat Pemda DIY dan beberapa petinggi Partai Politik.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Anggota DPR RI Idham Samawi hingga para tokoh politik di Yogyakarta hadir dalam kesempatan itu. (dab/gun)
Share this Article :