Rekomendasi

90% Lulusan SMK SMTI Yogya Terserah Dunia Kerja

Minggu, 17 Desember 2017 : 19.13
YOGYAKARTA - SMK Sekolah Menengah Teknik Industri Yogyakarta menjadi role model sekolah vokasi industri. Sekolah dibawah Kementerian Perindustrian itu berupaya meningkatkan kualitas lulusan dan menciptakan tenaga kerja industri yang terampil sesuai kebutuhan dunia industri.

"Pembelajaran pendidikan vokasi itu ilmunya terapan, terori 40 persen sedangkan prakteknya 60 persen," kata Kepala Pusat Diklat Industri Kementrian Perindustrian (Kemenperin), Mujiyono dalam peringatan 70 tahun SMK SMTI Yogyakarta, Sabtu (16/12/2017).

Dia menyampaikan idealnya satu siswa menggunakan satu alat saja. Penggunakaan peralatan itu bisa berjulir dilakukan oleh banyak siswa untuk belajar.

"Bayangkan saja, sekolah disini baranya 75 ribu sebulan, murah sekali. Kita ingin bantu masyarakat berkompetensi, juga bantu industri penuhi tenaga kerja," jelasnya.

Dalam setahun sekitar 600 ribu tenaga kerja baru dibutuhkan dalam dunia industri di Indonesia. Namun, jumlah tenaga kerja berkompeten lulusan SMK belum sebanding dengan kebutuhan dunia kerja tersebut.

Saat ini SMK SMTI Yogyakarta memiliki 783 siswa ini, Kementrian Perindustrian terus berupaya melakukan pembangunan infrastruktur untuk memaksimalkan pembelajaran para siswa.

"Kami ingin mendekatkan antara SMK (Sekolah Vokasi) dengan dunia industri, agar lulusan langsung bisa bekerja dan sebaliknya dunia industri terpenuhi kebutuhan tenaga kerjanya," katanya.

Kemenperin tak memungkiri bawasanya pihaknya membutuhkan dana banyak untuk mendukung standarisasi SMK menuju dunia industri. Suport dana itu diperoleh dari APBN.

Sekjen Kementrian Perindustrian Haris Munandar menambahkan tantangan besar memang terus dihadapi sekolah vokasi seperti SMK lantaran sifat dinamis dari dunia industri.

Peningkatan kurikulum yang juga dinamis menyesuaikan industri menurut dia jadi satu hal penting yang harus dilakukan.

"Di sinilah peran penting peningkatan kurikulum sesuai kebutuhan industri, salah satunya mengembangkan teknologi. SMK seperti di SMTI ini sudah ada mekatronika sistem 4.0 yang arahnya ke robotic," katanya.

Pihaknya menyampaikan lulusan di sekolah ini sebagian besar, lebih dari 90% sudah terserap dunia kerja sebelum lulus. Jika sekolah lain masih mencari pekerjaan, lulusan sekolah ini sudah diterima diberbagai industri sesuai bidang dan keahliannya. (dab/rahayu)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya