Rekomendasi

Angka Kriminalitas Menurun, Penyalahgunaan Narkoba Meningkat

Jumat, 29 Desember 2017 : 21.23
KARANGANYAR - Sepanjang tahun 2017, penyakahgunaan narkoitka dan obat-obatan di Karanganyar, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu.

Pada tahun 2016, Polres Karanganyar ada 28 kasus narkoba yang diungkap, sedangkan pada tahun 2017, mengalami peningkatan menejadi 38 kasus. Hal ini berbanding terbalik dengan kejadian kecelakaan, tindak pidana ringan (tipiring) dan pidana yang mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, dalam gelar kasus, Jumat (29/12/2017). Menurut Kapolres, banyaknya ungkap kasus narkoba, bukan merupakan kemunduran, tapi justru keberasilan program Kapolri, dalam memberantas peredaran narkoba.

"Ini bukan kemunduran, tapi keberhasilan. Kita mengangkat jaringan, sel tidur. Hasilnya banyak kasus yang kita ungkap. Dalam ungkap kasus ini, yang paling dominan adallah sabu-sabu," terang Kapolres.

Dijelaskannya, salah satu kasus yang diungkap anggota Satuan Narkoba Polres Karanganyar adalah penggagalan transaksi 653 butir obat penenang jenis Clomethiazole. Polisi menangkap warga Tasikmadu, Adi Catur (26), Sabtu (2/12/2017).

Adi diketahui menjual obat terlarang ini pada saat konser Slank di Alun-Alun Karanganyar pada hari yang sama. Dia mengaku sudah menjual obat kepada tiga anak jalanan.

Sementara itu, untuk kasus tindak pidana ringan (tipiring), seperti peredaran dan konsumsi minuman keras (miras) serta prostitusi pada tahun 2017 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2016.

Polres merilis kasus tipiring pada 2016 sebanyak 313 kasus menjadi 189 kasus pada 2017. "Saya juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam menciptakan iklim yang kondusif di Karanganyar," terang Kapolres.

Total denda pengungkapan kasus tipiring yang telah mendapat vonis Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar selama 2017 adalah Rp213 juta. Angka kecelakaan juga diklaim di wilayah hukum Polres Karanganyar mengalami penurunan dari 1.014 perkara pada 2016 menjadi 934 kasus pada 2017. (Iwan Iswanda/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya