Rekomendasi

Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Edu Park Masuki Babak Baru, Muncul 4 Nama yang Diajukan Penyidik

Kamis, 28 Desember 2017 : 13.19
KARANGANYAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar menunggu pelimpahan tahap kedua kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat untuk lokasi wisata edu park, dengan tersangka P, pejabat pembuat komitmen yang juga mantan pejabat di Dinas Pekerjaan Umum yang saat ini berganti nama menjadi Dinas PUPR.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, didampingi Kasi Pidana khusus (Pidsus) Hanung Widyatmaka, ditemui di ruang kerjanya mengatakan, kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat untuk lokasi wisata edu parkara ini, terdiri dari empat berkas perkara.

Berkas pertama atas nama tersangka P telah dinyatakan lengkap (P 21). Diharapkan, pelimpahan tahap kedua ini segera dilakukan, untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi di Semarang.

"Untuk tersangka P, berkas sudah dinyatakan lengkap. Selanjutnya ada tanggungjawab penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan," kata Kajari, Kamis (28/12/2017).

Sedangkan untuk tiga berkas lain, lanjut Kajari,masing-masing atas nama penangungjawab, serta pemilik perusahaan, setelah diberikan petunjuk dan disempurnakan, ternyata setelah dilakukan penelitian masih terdapat sejumlah kekurangan. Berkas dikembalikan lagi ke penyidik Polres Karanganyar.

"Posisi tiga berkas saat ini masih berada di penyidik Polres Karanganyar untuk disempurnakan," jelasnya. Ditambahkannya, dalam kasus ini, secara keseluruhan ada empat orang tersangka, masing-masing P selaku penanggungjawab, petugas pengadaan serta dua tersangka dari rekanan.

Sebelumnya, tim penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar, melimpahkan satu berkas kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat lokasi wisata edu park, yang berada di lokasi kolam renang Intanpari.

Berkas atas nama tersangka P tersebut, dilimpahkan ke Kejaksaan setelah dinyatakan lengkap (P 21). Kasus ini bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.

Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp2 miliar. Namun, dalam pengadaan pesawat tersebut, terdapat selisih harga yang mengakibatkan potensi kerugian negara mencapai Rp 500 juta. (Iwan Iswanda/Irawan)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners