Rekomendasi

Dugaan Penyimpangan Pengadaan Pesawat Edu Park: Penyidik Limpahkan Satu Berkas ke Kejaksaan

Rabu, 27 Desember 2017 : 22.45
KARANGANYAR - Tim penyidik Sat Reskrim Polres Karanganyar, melimpahkan satu berkas kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat lokasi wisata edu park, yang berada di lokasi kolam renang Intanpari. Berkas atas nama tersangka P tersebut, dilimpahkan setelah dinyatakan lengkap (P 21).

Kapolres Karanganyar, AKB Henik Maryanto dalam unngkap kasus selama tahun 2017 di Mapolres setempat, kepada para wartawan mengatakan, kasus dugaan penyimpanagan pengadaan pesawat di lokasi wisata Edu Park ini, terdapat dua berkas.

Berkas pertama, atas nama tersangka P yang juga mantan pejabat di Dinas PUPR. Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan, kasus atas nama tersangka P ini, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) dinyatakan lengkap (P 21).

Sedangkan satu berkas atas nama pemilik perusahaan, sampai saat ini, masih dalam proses melengkapi berkas. Diperkirakan, lanjut Kapolres, awal tahun 2018, berkas kedua ini, segera dilimpahkan ke Kejari Karanganyar.

"Untuk tersangka P, berkas sudah kita limpahkan ke Kejaksaan. Satu berkas lagi, masih dalam proses penyidikan dan melengkapi berkas. Mudah-mudahan, awal tahun depan, sudah bisa kita limpahkan," kata kapoltes, Rabu (27/12/2017).

Dijelaskan Kapolres, proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini, memerlukan waktu yang cukup panjang. Selain meminta keterangan terhadap sejumlah pihak, tim penyidik juga meminta pendapat ahli hukum pidana dan hukum tata Negara.

Selain itu, tim penyidik juga meminta keterangan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengetahui kerugian negara. Sebagaiamana diketahui, kasus ini bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.

Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp2 miliar.

Namun, dalam pengadaan pesawat tersebut, terdapat selisih harga yang mengakibatkan potensi kerugian negara mencapai Rp 500 juta. (Iwan Iswanda/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners