Rekomendasi

Edarkan Ratusan Butir Pil Penenang, Pria Ini Diamankan

Rabu, 27 Desember 2017 : 21.15
Loading...
KARANGANYAR - AD alias Kecer (26), warga Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, diamankan Sat Narkoba Polres Karanganyar.

Kecer diamankan di kedimannya berikut 653 butir pil penenang. Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, kepada para wartawan mengatakan, terungkapnya kasus ini, berawal ketika pihaknya menerima informasi, jika AD yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka melakukan aktifitas jual beli pil terlarang pada saat berlangsung konser musik.

Menerima informasi tersebut, anggota Sat narkoba langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, petugas akhirnya mengamankan AD di kediamannya pada tanggal 2 Desember 2017 lalu.

Menurut Kapolres, dari hasil pemeriksaan terhadap AD, diketahui, jika pil tersebut, akan diedarkan saat konser musik Slank beberapa waktu lalu di alun-alun Karanganyar.

"Kita mengamanakan AD di kediamannya. Saat ini, tim penyidik sedang mengebangkan kasus ini," kata Kapolres, Rabu (27/12/2017).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AD berikut barang bukti, diamankan di Mapolres Karanganyar. AD dijerat dengan primer pasal 196, Subsider pasal 197, lebih subsider lagi pasal 198 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman paling lama 15 tahun dan denda Rp1,5 milyar.

Sementara itu, kepada wartawan, AD mengaku memperoleh pil terlarang tersebut melalui pembelian online di jejaring social Facebook seharga Rp1.600.000 untuk 1000 butir pil. Rencananya, menurut AD, pil tersebut akan diedarkan saat konser music Slank dengan harga Rp2000 per butir.

"Saya membeli melalui online dari seseorang. Rencananya saya akan jual saat konser Slank," akunya.

Selain mengamankan penjual pil terlarang, Sat Narkoba juga mengamankan SW alias Dodo (39) warga Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo. SW diamankan saat menunggu pasangannya di salah satu lokasi di Gondangrejo. Dari tangan SW, petugas mengamankan barang bukti berupa 0,33 gram sabu siap pakai.

"SW mendapatkan sabu dari A yang berdomisili di Pekalongan dan saat ini masuk dalam dafatar pencarian orang," terang Kapolres. Atas perbuatannya, SW dijerat dengan pasal 112 ayat (1) subside pasal 127 ayat (1) huruf a UU No 35 tahun 2009 tentang narkotikan dengan ancamman paling lama 20 tahun penjara.

Ditambahkan Kapolres, angka kejahatan terhadap psikotropika, mengalami kenaikan. Jika tahun 2016 terdapat 28 kasus, maka tahun 2017, naik menjadi 38 kasus. Kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang ini, masih didominasi sabu-sabu. (Iwan Iswanda/gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners