Rekomendasi

Ketua PC NU Karanganyar: Banser Jangan Cari Musuh

Senin, 25 Desember 2017 : 22.27
KARANGANYAR - Anggota Barisan Anshor Serba Guna (Banser) Karanganyar diminta untuk tidak mencari musuh dalam menghadapi berbagai sorotan terhadap organisasi yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Hal tersebut dikatakan ketua Pengurus Canbang NU Karanganyar, Husaini Hasan, usai menghadiri pembaretan 1000 Banser di alun-alun setempat, Senin (25/12/2017) sore. Pembaretan tersebut, dilakukan ketu PW GP Anshor Jawa Tengah, Sholahuddin Ali.

Menurut Husaini, selama ini Banser di fitnah sering membubarkan pengajian, menjadi penjaga gereja dan lain sebagainya.

"Kita tidak pernah bubarkan pengajian. Yang kita bubarkan yang anti NKRI. Kami tidak pernah jaga gereja. Yang kami jaga adalah orang-orang yang kebetulan beragama lain. Kita jaga semua. Yang kita jaga bukan gerejanya, bukan agamanya, tapi orang-orangnya," kata Husaini Hasan, Senin (25/12/2017).

Dijelaskannya, Untuk mengatasi berbagai fitnah tersebut, pihaknya membentuk cyber crime, yang akan mengimbangi berbagai citra negative terhadap Banser.

"Kami imbangi dengan cyber crime. Kita tidak hanya sebagai objek saja. Kita juga menjadi objek untuk menjelaskan berbagi hal terkait Banser. Dan satu hal yang perlu saya ingatkan, Banser jangan cari musuh, kalau ketemu musuh jangan mundur," tandasnya.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono yang hadir dalam prosesi pembaretan tersebut mengatakan, Banser dalam perspektif ketahanan nasional, Banser telah menunjukkan jati dirinya sebagai warga Negara yang ikut andil dalam bela negara.

Menurut bupati, Banser harus bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera di bawah Pancasila dan UUD 1945. "Banser tidak hanya menjaga marwah para alim ulama, tetapi Banser telah menunjukkan jati dirinya dalam menjaga keutuhan negara kesatuan negara Indonesia," ujar bupati.

Bupati juga mengingatkan kepada seluruh anggota Banser agar cacian dan makian untuk tidak diteruskan dengan hal yang negatif, tapi di rubah menjadi hal yang positif. (Iwan Iswanda/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya