Rekomendasi

Membaca Arah Politik Demokrat di Pilkada Karanganyar

Jumat, 29 Desember 2017 : 20.51
KARANGANYAR - Dukungan Partai Demokrat kepada Juliyatmono (petahana, red) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar yang akan digelar pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang meniimbulkan polemik dan tanda tanya bagi masyarakat di bumi Intanpari.

Pasalnya, dukungan tersebut baru sebatas surat tugas kepada petahana untuk tetap maju dalam pilkada. Anehnya, surat tugas tersebut belum ditandatangani oleh ketua umum DPP Partai Demokrat namun telah diserahkan kepada petahana.

Pengamat poliik yang juga dosen UNS, Muh Yamin, ketika dihubungi melalui telepon selularnya, mengatakan, dukungan yang diberikan Paratai democrat yang hanya berupa surat tugas tersebut, belum tentu mempunyai nilai hukum, karena lebih bersifat politis.

"Maaf mas saya sedang umroh. Begini mas,dukungan ini kan hanya statemen pengurus partai. Dukungan ini juga belum tentu memiliki kekuatan hukum," kata Muh Yamin singkat melalui telepon selularnya, Jumat (29/12/2017).

Sementara itu, ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Dosen Pasca Sarjana Universitas Djuanda Bogor yang juga dosen UNS Surakarta, Muhammad Taufiq, mengatakan,dukungan yang diberikan Paratai Demokrat yang diwujudkan dalam surat tugas tersebut,sama sekali tidak memiliki kekuatan hukum.

Menurutnya,dukungan berupa surat tugas tersebut, hanya bersifat Memorandum of Understanding (Mou) antara Partai Demokrat dan petahana.

"Dukungan berupa surat tugas tersebut sama sekali tidak memiliki kekuatan hukum karena tidak ditandatangani ketua umum partai. Ini hanya bersifat MoU. Yang dikatakan dukungan itu, harus ada tanda tangan dan stempel basah dari pimpinan partai. Surat ini sama sekali tidak memiliki legalitas," katanya, Jumat (29/12/2017).

Muhammad Taufiq melihat, dalam pilkada Karanganyar ini, Partai Demokrat hanya mencari aman dan bermain di dua kaki.

"Kalau memang mendukung, harus ada ketegasan hitam di atas putih dan ditandatangani oleh para petinggi partai. Ini kan tidak. Saya melihat Demokrat mencari aman dan bermain di dua kaki. Saya hanya mengingatkan petahana, dengan kekuatan Golkar dan PKS, posisi petahana justru jauh lebih kuat dalam pelkada mendatang," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Karanganyar, secara resmi mendukung Juliyatmono sebagai bakal calon (balon) bupati dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan digelar pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Baca juga:
Hal tersebut dikatakan ketua DPD PD Jawa Tengah, Rito Subekti, dalam apel ranting DPC PD Karanganyar yang berlangsung di gedung DPRD setempat, Kamais (28/12/2017). Menurut Rinto, dukungan terhadap petahana ini, berdasarkan suara kader yang berada di daerah.

Menurut Rinto, dukungan tersebut dituangkan dalam surat tugas No 87/IND/DPP PD/XII/2017, yang pada prinsipnya, menugaskan Juliyatmono untuk kembali bertarung dalam pilkada Karanganyar sebagai balon bupati.

Namun surat tersebut, belum ditanadatangani oleh ketua umum DPP Partai Demokrat.

Ketua DPC PD Karanganyar, Tri Haryadi, mengatakan, dukungan terhadap Juliyatmono ini memerlukan proses yang cukup panjang. Menurut Tri, setelah melakukan komuikasi dengan partai politik dan tutun di masing-masing daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi.

Hasilnya, mayoritas kader dan masyarakat masih menginginkan Juliyatmono sebagai balon bupati.

"Proses ini bukan keputusan yang mendadak. Prosesnya cukup panjang. Baik kader maupun masyarakat, masih menginginkan Juliyatmono untuk maju kembali sebagai balon bupati," terang Tri Haryadi, Kamis (28/12/2017).

Dijelaskannya, bentuk dukungan yang masih dalam bentuk surat tugas ini, selanjutnya akan ditegaskan dalam bentuk rekomendasi, setelah Juliyatmono memilih balon wakil bupati sebagai pasangannya. (Iwan Iswanda/irawan)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners