Rekomendasi

Tabrak Pemotor Hingga Tewas, Sopir Bus PO Sahabat Kabur

Rabu, 27 Desember 2017 : 21.12
YOGYAKARTA - Tragis dialami pelajar asal Kebumen, Fahri Aziz (19). Fahri tewas dalam kecelakaan dengan bus yang menyebabkan terjadi kebakaran di Jalan Jogja-Wates Km 12, tepatnya di Dusun Kalakan, Argorejo, Sedayu, Bantul.

Peristiwa naas itu terjadi sekira pukul 08.15 WIB. Saat kejadian, Fahri mengendarai sepeda motor honda verza nomor polisi AB-6060-IZ dari arah barat.

Warga Dusun Gandu, Tanjungsari, Pertanyaan, Kebumen, Jateng ini ditabrak bus PO. Sahabat jurusan Jogja-Cirebon dengan Nomor Polisi E-7949-H. Sopir bus yang mengemudi namanya Enjang, warga Bogor.

Kondekturnya, Abdul Rohom (38) asal Cirebon. Sementara kernet bus yang terbakar habis itu Rohinda (40) asal Majalengka, Jawa Barat.

Menurut Kasmuji (57) saksi mata warga setempat mengatakan, bus PO. Sahabat dengan penumpang sekira 20 orang melaju dari arah timur dengan kecepatan tinggi. Kemudian, melambung ke kanan mendahului kendaraan yang di depannya dan melewati batas garis marka tengah.

"Dari arah berlawanan ada sepeda motor yang dikendarai korban, terjadilah kecelakaan. Motornya terseret dibawah bus sekitar 50 meter," katanya saat dimintai keterangan petugas satuan Lalu Lintas Polda DIY, Rabu (27/12/2017).

Saat bus berhenti, terjadi kebakaran kecil di bawah bus. Tak butuh waktu lama, api dibawah bus cepat membesar dan membakar seluruh bus dan motor korban. Beruntung, penumpang bus dapat menyelamatkan diri dengan keluar bus dari kobaran api.

Bus yang terbakar itu diprediksi dari percikan api sepeda motor yang terseret. "Informasinya sopir bus melarikan diri, karena sesaat setelah kejadian tidak ada di lokasi," ujar warga lain yang berada dilokasi kejadian.

Petugas sedang berupaya mencari sopir bus untuk dimintai keterangan. Meski tidak diketemukan saat ini, namun identitasnya sudah dikantongi petugas. Kemanapun sopir bus naas itu akan diburu petugas, jika tidak segera menyerahkan diri.

Proses pemadaman bus yang terbakar sempat menggunakan mobil water canon milik Brimob Sentolo. Ada juga mobil damkar Madukismo, dan mobil Damkar milik Pemkab Bantul hingga dua unit.

Insiden kecelakaan maut itu menyebabkan kemacetan panjang. Petugas yang tiba dilokasi harus ekstra keras mengatur arus lalu lintas. Sementara korban meninggal dilarikan ke RSUP dr Sardjito untuk divisum. (dab/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya