Rekomendasi

Akhirnya! Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Edu Park Karanganyar Resmi Ditahan

Selasa, 16 Januari 2018 : 20.29
KARANGANYAR - Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya tim penyidik Krimsus Sat Reskrim Polres Karanganyar, menyerahkan tiga tersangka berikut barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat lokasi wisata edu park, Selasa (16/1/2018).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus, Hanung Widyatmaka, kepada sejumlah wartawan mengatakan, penyerahan tahap kedua ini, setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan administrasi, ketiga tersangka, yakni P, selaku PP Kom, S Direktur CV Gema Sari serta D Manager Area CV Gema Sari, langsung ditahan dan dititipkan ke lembaga pemasyarakatan (LP) Surakarta.

"Tim penyidik telah menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat di lokasi wisata Edu Park untuk tahun anggaran tahun 2015. Setelah kita lakukan pemeriksaan kesehatan, ketiga tersangka langsung kita tahan selama dua puluh hari ke depan," kata Kasi Pidsus, Selasa (16/1/2018).
Dijelaskannya, dalam kasus ini, berdasarkan hasil audit, negara dirugikan sebesar Rp 509 juta. Dari hasil audit BPKP, lanjutnya, ditemukan adanya penggelembungan anggaran. Disisi lain, pengadaan pesawat itu sendiri juga tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB).

Dalam RAB disebutkan pesawat yang didatangkan adalah pesawat Boeing 737 200, tapi yang didatangkan pesawat Boeing 737 300.

Ditambahkan, setelah penyerahan tersangka dan barang bukti ini, tim jaksa segera menyempurnakan surat dakwaan, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Semarang.

"Kita segera menyempurnakan surat dakwaan. Ketiga tersangka, kita jerat dengan pasal 2 subsider pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.

Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan tiga unit pesawat,masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp 2 miliar.

Namun, dalam pengadaan pesawat tersebut, terdapat selisih harga yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 509 juta. (Iwan Iswanda/Irawan)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners