Rekomendasi

Atasi Bau Limbah, Manajemen Pabrik Ini Membuka Pintu Masukan Pakar Lingkungan

Kamis, 04 Januari 2018 : 21.00
SUKOHARJO - Berbagai upaya untuk mengatasi bau limbah yang dikeluhkan warga masih terus dilakukan pabrik kapas PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang berlokasi di Desa Plesan, Kecamatan Nguter. Untuk membuktikan keseriusannya, kali ini pakar lingkungan hidup independen dilibatkan

Presiden Direktur PT RUM, Pramono seusai gelar pertemuan bersama pakar lingkungan hidup independen dari Universitas Sebelas Maret (UNS) di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, sesuai pembahasan yang di sampaikan lingkungan hidup Prabang Setiyono yang juga Ketua Prodi Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan UNS,pihaknya diminta segera melakukan perbaikan terkait bau limbah.

"Pak Prabang menginginkan (Pabrik) segera melakukan perbaikan untuk menekan bau menggunakan cara teknis yang sudah di kuasainya dengan melakukan bimbingan langsung kepada kami," kata Pramono

Bimbingan dimaksud agar PT RUM mengetahui bagaimana teknis mengatasi timbulnya bau. Semisal alat apa yang akan dipasang, chemical (bahan kimia) apa yang harus di tambahkan baik di limbah cair maupun gas.

"Nanti semua ruangan akan di periksa, kemudian disimpulkan di tambahin alat apa untuk menekan semua bau. Karena bau itu kan sifatnya partikel. Nah, itu harus ditangkap dengan teknologi yang akan diusulkan Pak Prabang," ujarnya

Pramono juga menyebutkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memasang chemical emission monitoring (CEM) atau alat pengukur kualitas udara di cerobong (chimney) tempat keluarnya gas buang pabrik.

"Ini akan memantau kandungan apa saja yang dikeluarkan dari chimney secara lebih detail," jelasnya

Disinggung tentang desakan agar pabrik untuk sementara waktu berhenti beroperasi jika masih mengeluarkan bau, Pramono menjelaskan hal itu sulit dilakukan karena untuk mengetahui darimana asal sumber bau maka operasional mesti dijalankan.

"Mungkin nggak perlu berhenti, kalau berhenti justru kami tidak bisa menemukan darimana sumber baunya. Kalau bau itu sampai melampui batas ambang, kami akan segera cari dimana tempatnya. Tetapi secara teknis batas baku mutu itu masih dibawah," tandas Pramono. (Sapto Nugroho/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners