Rekomendasi

Gelar Konsolidasi, PKP Indonesia DIY Siap Ikuti Aturan Main

Minggu, 14 Januari 2018 : 17.45
YOGYAKARTA - Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia Daerah Istimewa Istimewa Yogyakarta mengelar konsolidasi internal di awal tahun politik 2018 ini.

Konsolidasi pertama dengan struktur pengurus partai tingkat kabupaten kota hingga kecamatan ini dilakukan di Hotel Sahid Jaya, Babarsari, Depok, Sleman.

"Konsolidasi ini untuk pematangan menghadapi pemilu, ini awal bangkitnya PKP Indonesia DIY yang mengusung slogan Nasionalis, Agamis, Ekonomi dan Bisnis (Nasaeb)," kata Ketua DPP PKP Indonesia DIY, Faried Jayen Soeparjan pada wartawan, Minggu (14/1/2018).

Faried merasa yakin partainya bisa lolos verifikasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum, sehingga bisa menjadi salah satu parpol peserta pemilu 2019. Saat ini, pihaknya terus berupaya bergerak dengan tujuan yang jelas agar lolos verifikasi faktual tersebut.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum PKP Indonesia Jendral TNI (Purn) AM Hendropriyono menargetkan perolehan suara 4,9 persen dari sebelumnya ditahun 2014 lalu hanya 0,9 persen. Faried optimis bisa lebih dari target perolehan suara di tahun 2019 nanti.

Saat ditanya strategi, Faried mengaku tidak punya strategi khusus yang dilakukan. Meski demikian, langkah yang dilakukan hanya mengajak teman-teman dan saudaranya untuk bersama-sama membesarkan partai ini.

"Saya bukan orang partai, kalau ditanya strategi, saya akan ajak teman-teman saya besarkan partai. Teman-teman saya banyak, lebih dari 5 persen sehingga target dari Ketum bisa tercapai dan melebihi," jelasnya.

Farid mengaku baru beberapa waktu lalu diberi amanah untuk membesarkan partai ini. Pimpinan Ormas Pemuda Pancasila DIY ini juga masih baru terjun di dunia politik.

"Saya bukan orang politik, kenapa saya mau diberi amanah pimpin PKPI DIY ? Karena partai ini sejalan dengan arah perjuangan yang selama ini saya ikuti, NKRI dan idiologi Pancasila itu jelas harus kita pertahankan," tandasnya.

Saat ditanya apakah dalam konsolidasi ini juga bakal membahas bakal calon legislatif yang diusung, Faried mengamini. Apalagi, bulan Juli 2018 nanti merupakan jadwal pendaftaran caleg dari parpol peserta pemilu.

"Ya tentu itu juga bakal kita bicarakan, tapi yang jelas arah kita agar lolos verifikasi terlebih dulu, baru tahap pencalegan, kita ikuti aturan main yang sudah kita sepakati bersama," tandasnya.

Kembali apa sudah ada nama tokoh masyarakat yang menjadi struktur partai, Faried menghindar untuk menjawab tegas dengan menyebutkan nama-nama tokoh tersebut. Namun, sudah ada beberapa nama tokoh yang bakal menjadi bagian dari PKP Indonesia.

"Kalau tokoh belum bisa saya sampaikan, tunggu verifikasi lolos dulu," elaknya. Faried mengaku jika baru kali ini terjun ke dunia politik setelah sekian lama menjadi pimpinan ormas Pemuda Pancasila DIY. Dia mengajak seluruh struktur partai dibawahnya untuk bersama dalam membesarkan partai.

"PKP Indonesia anti hoax, tidak boleh sebar isu SARA, diskriminasi. Engak boleh sikut-sikutan, jelek-jelekin partai lain, prinsip kita paseduluran (persaudaraan,red)," katanya.

Faried mengaku jika selama di ormas hanya berada diluar gedung dewan dalam menyampaikan aspirasi melalui demontrasi. Setelah menjadi salah satu pengurus partai, Faried ingin agar aspirasi yang selama ini diluar agar berada di dalam gedung.

"Saya harapakan teman-teman nanti duduk di dewan, baik tingkat kabupaten kota dan provinsi, syukur-syukur ada yang ke senayan (DPR RI). Kita warnai melakukan prosea keterwakilan di dewan dengan santun," pungkasnya. (dab/martin)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners