Rekomendasi

Hari Ini PDIP Bacakan Rekom Jago di Pilkada Serentak

Minggu, 07 Januari 2018 : 07.00
KARANGANYAR - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP), diprediksikan akan mengeluarkan rekomendasi yang sama dengan Partai Golkar yang mengusung Juliyatmono-Robert Kristanto dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar yang akan berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Ketika dikonfirmasi, ketua DPC PDIP Karanganyar, Endang Muryani, mengatakan, kemungkinan rekomendasi dari DPP PDIP akan sama dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Partai Golkar.

Meski demikian, untuk kepastiannya, secara resmi akan diumumka pada hari Minggu (7/1/2018) malam di DPD PDIP Jawa Tengah. "Kemungkinan sama mas. Semua keputusan kewenangan DPP. Kami yang berada di bawah, siap melaksanakan apa pun keputusan partai," kata Endang, Sabtu (6/1/2018).

Sementara itu, wakil sekretaris jendral (Sekjen) DPP PAN, Laila Istiana, usai rapat konsolidasi partai di Karanganyar mengatakan, perubahan peta politik di Karanganyar dimana Partai Golkar mengeluarkan rekomendasi terhadap pasangan Juliyatmono-Robert Kristanto masih dalam pembahasan di internal partai.

Menurut Laila, Sampai saat ini. PAN masih mendukung pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo sebagai bakal calon bupati. Tentang adanya perubahan bakal calon ini, maka, lanjutnya, harus didiskusikan.

"Kami harus serap aspirasi. Disamping itu, perubahan peta politik ini, harus kami diskusikan dengan DPW dan DPP PAN. Sehingga yang kami keluarkan adalah sikap organisasi," kata Laila, Sabtu (6/1/2017).

Ditambahkan, jika DPP memutuskan untuk koalisi, maka kami kembalikan ke DP. Jika itu keinginan bersama, maka seluruh kader harus melaksanakan. "Tunggu saja keputusannya. Paling lama satu atau dua hari ke depan, PAN sudah bersikap terhadap pilkada Karanganyar," jelasnya.

Terpisah, pengamat politik Profesor Adi Sulistiyono mengatakan, jika rekomendasi yang nantinya dikeluarkan oleh DPP PDIP sama dengan Parta Golkar, maka diprediksi akan terjadi konflik di internal partai. Akibatnya, dukungan kepada pasangan Juliyatmono-Robert Kristanto tidak maksimal.

"Jika keluar rekomendasi yang sama, saya prediksi akan terjadi konflik. Partai menjadi tidak solid ketika mendukung Juliyatmono-Robert. Memang mereka patuh terhadap rekomendasi, tapi ketika di lapangan, mereka tidak solid, seperti yang terjadi di Sragen," paparnya. (Iwan Iswanda/irawan)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners