Rekomendasi

Jalankan Instruksi Presiden, Kementerian PUPR Mulai Program Padat Karya di 12 Kabupaten pada 10 Provinsi

Jumat, 05 Januari 2018 : 10.06
JAKARTA - Memasuki awal tahun 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap fokus bekerja untuk menyelesaikan tugas dan target pembangunan infrastruktur yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Selain menyelesaikan proyek strategis nasional, pemerintah pada tahun ini juga memberikan perhatian besar dalam pembangunan proyek infrastruktur Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) yang bersifat padat karya.

Berdasarkan rilis dari Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR yang diterima hariankota.com, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan Program Padat Karya (cash for work) akan langsung dapat dirasakan dampaknya oleh rakyat kecil.

Kementerian PUPR menjadi salah satu dari empat kementerian yang ditugaskan Presiden Jokowi dan Wapres JK untuk meningkatkan Program Padat Karya dalam agenda kerja tahun 2018.

"Program padat karya tahun 2018 dirancang untuk mampu menyerap 263.646 orang tenaga kerja atau sebanyak 20,5 juta hari orang kerja (HOK) dengan upah yang dibayarkan secara harian mencapai Rp 2,4 triliun dari total alokasi sebesar Rp 11,24 triliun," kata Menteri Basuki, Jumat (5/1/2018).

Kementerian PUPR telah mengalokasikan anggaran Rp 11,24 triliun dari total Rp 107,3 triliun di 2018 untuk program padat karya cash.

Program padat karya mencakup program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi, Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW), Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masayarakat (Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), pembangunan rumah swadaya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), rumah khusus dan pemeliharaan rutin jalan.

12 kabupaten tersebut adalah Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat, Muko-muko di Bengkulu, Musi Rawas di Sumatera Selatan, Lampung Tengah di Lampung, Kota Serang di Banten, Majalengka di Jawa Barat, Sragen, Grobogan, dan Cilacap di Jawa Tengah, Gorontalo di Provinsi Gorontalo, Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara, dan Konawe di Sulawesi Tenggara.

Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada jumlah petani dan jumlah pelaksana kegiatan proyek padat karya dan jumlah penerima manfaat yang cukup signifikan dalam satu lokasi desa di masing-masing kabupaten tersebut. (Irawan)

Video Viral

Keseruan Saat AHY Putra SBY Disuguhi Martabak Oleh Gibran

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners