Rekomendasi

Kehormatan Tertinggi Setelah Soekarno, Jokowi Berbicara Di Parlemen Pakistan

Sabtu, 27 Januari 2018 : 10.03
Loading...
Kehormatan Tertinggi Setelah Soekarno, Jokowi Berbicara Di Parlemen Pakistan (Foto: Biro Pers Satpres)
PAKISTAN - Presiden Joko Widodo mendapatkan kehormatan berbicara di depan sidang Join Session of parliament Pakistan. Kehormatan yang diberikan oleh Pakistan pada Presiden Jokowi ini merupakan yang kedua bagi Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Soekarno pun mendapatkan kesempatan serupa berpidato di sidang mulia parlemen Pakistan.

Hanya saja, saat Presiden Soekarno berpidato di sidang parlemen Pakistan, sang proklamator itu menggelorakan semangat melawan kolonialisme dan menggelorakan semangat kerja sama negara-negara yang baru merdeka.

Sedangkan kali ini, Presiden Jokowi menyampaikan demokrasi di sidang parlemen Pakistan.

“Lima puluh lima tahun kemudian, Presiden Republik Indonesia kembali mendapatkan kehormatan untuk berbicara didepan Parlemen Pakistan. Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menggelorakan kerja sama kerja sama untuk perdamaian dan kesejahteraan dunia,” ujar Presiden, seperti dikutip dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Persahabatan Indonesia dan Pakistan bukan persahabatan yang baru terjadi kemarin. Indonesia, ucap Presiden, tidak akan lupa akan dukungan rakyat Pakistan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Sebagai wujud penghargaan, pada 17 Agustus 1995, bertepatan dengan perayaan 50 Tahun Kemerdekaan Indonesia Republik Indonesia menganugerahkan Bintang Kelas 1 Adipurna kepada Bapak Bangsa Pakistan, Muhammad Ali Jinnah atas jasa-jasa Almarhum mendukung kemerdekaan Indonesia,” ujar Presiden.

Selain persahabatan banyak sekali kesamaan diantara dua negara kita. Indonesia dan Pakistan adalah dua negara berpenduduk Muslim yang besar. “Kita sama-sama menjadi negara anggota D-8, sesama negara OKI, sesama negara Non-Blok, kita sama-sama inisiator Konperensi Asia Afrika dan yang tidak kalah penting, kita sama-sama negara demokrasi,” kata Presiden. (Irawan)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners