Rekomendasi

Kemendesa Dongkrak Desa Berinovasi

Senin, 01 Januari 2018 : 12.54
PONOROGO - Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigasi terus mendorong desa-desa untuk lebih kreatif menciptakan inovasi sesuai dengan potensi yang ada. Harapannya agar perwujudan desa-desa lebih cepat mandiri, berkembang dan demokratis.

Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengatakan bukan inovasi desa saja yang perlu dikerjakan, tapi juga bursa inovasi desa. Bursa inovasi desa bisa jadi ajang penyebaran dan pertukaran gagasan kreatif dan inovatif masyarakat desa.

"Kami berharap masyarakat desa saling tukar pengetahuan dan saling bertukar pengalaman, sehingga tercipta suatu pengalaman-pengalaman yang secara kolektif, kemudian dapat dimanfaatkan oleh masing-masing desa supaya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Hal itu disampaikan dipengujung tahun 2017 ini saat menghadiri bursa inovasi desa dan pameran produk unggulan desa di Gedung Apollo Ponorogo, Jawa Timur.

Kabupaten Ponorogo telah mengembangkan potensi yang ada di desa, akan dijadikan salah satu pilot project dari 500 pilot project yang akan dikembangkan dengan mendapat dukungan dari world bank.

"Wujudnya kongkret, diluar dari dana desa itu, kita akan memberikan insentif tambahan terkait program yang akan disampaikan oleh desa," jelasnya.

Jadi, kata dia, silahkan kepala-kepala desa menyampaikan gagasan konsepnya. Kemudian pihaknya yang nanti akan uji dan akan berikan insentif yang disebut dengan program pembangunan masyarakat desa lokal ekonomic development.

Dalam bursa inovasi desa ini beragam aneka inovasi desa di Ponorogo dipamerkan. Terdapat 204 jenis kegiatan yang mencakup bidang kewirausahaan, infrastruktur dan sumber daya manusia.

Dipamerkan juga produk-produk unggulan desa, seperti kerajinan panahan, kerajinan kesenian Reog, Kopi Klobot, dan masih banyak lagi produk-produk unggulan desa lainnya.

Anwar bersama rombongan juga sempat mengunjungi satu persatu stan TPID untuk menyaksikan kegiatan-kegiatan inovasi desa yang dipamerkan serta stan-stan pameran produk unggulan.

Para kepala desa sebagai pihak yang paling berkepentingan dalam bursa ini juga mengunjungi stan-stan inovasi desa untuk menyaksikan dan berkonsultasi kemungkinan jenis-jenis inovasi yang ditampilkan dipraktekkan di desanya masing-masing.

"Pertukaran ide-ide inovatif di Bursa Inovasi Desa ini mampu memperkaya referensi pemerintah desa dalam pembangunan desanya," pungkasnya.

Turut hadir kegiatan siang tadi Wakil Bupati Ponorogo, Bank Dunia, Konsultan Nasional Program Inovasi Desa (PID), Satuan Kerja Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Jawa Timur, Konsultan Pendamping Wilayah 4 (KPW 4) P3MD Jawa Timur.

Kemudian, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Ponorogo, Tim Inovasi Kabupaten Ponorogo (TIK), Camat dan kepala seksi pemberdayaan masyarakat kecamatan se Ponorogo, Tim Pelaksanan Inovasi Desa (TPID) Ponorogo, Kepala desa se Ponorogo, serta seluruh Pendamping Desa.

Terpisah, di Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta sendiri banyak potensi desa yang bisa dikembangkan, khususnya dunia pariwisata. Kemunculan objek-objek wisata baru di Kota Seribu Candi ini justru dari inisiatif warga dalam banyak komunitas.

"Tebing Breksi itu dari inisiatif warga, kemudian baru disuport oleh Dinas Pariwisata, sekarang sudah luar biasa berkembang ke beberapa destinasi wisata hingga ke berberapa desa," kata Danang, pengelola area belajar renang di Kampung Air, Bokoharjo. (dab/rahayu)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners