Rekomendasi

Laporkan Panwaslu Bila Tahu Anggota Polri TNI dan ASN Berselfi Bareng Calon Kepala Daerah

Senin, 22 Januari 2018 : 22.17
Loading...
SUKOHARJO - Larangan anggota Kepolisian, TNI dan Aparat Sipil Negara (ASN) untuk tidak menggunggah status maupun foto selfie, like serta komen di media sosal (medsos) yang mengarah mendukung calon kepala daerah manapun dalam Pemilu akan ditindaklanjuti Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu.

Ketua Panwaslu Sukoharjo Bambang Muryanto, ditemui disela sosialisasi pengawasam partisipatif, Senin (22/1/2018) menyampaikan, sebagai lembaga yang diberi wewenang dan tanggung jawab, terkait pengawasan netralitas aparat negara pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pimpinan lembaga terkait.

Kebijakan larangan berselfie untuk para anggota kepolisian ini senada dengan kebijakan Menteri PAN-RB, Asman Abnur yang juga melarang ASN berselfie dengan calon kepala daerah yang maju di ajang Pilkada 2018.

"Karena ranahnya bukan pidana pemilu, untuk ASN yang ketahuan tidak netral akan kami tindak dengan melimpahkan ke Badan Kepegawaian maupun inspektorat. Sedang untuk anggota Polri dan TNI kami laporkan ke masing-masing pimpinan," terang Bambang

Meski untuk anggota korps baju coklat mereka mendapat dispensasi saat bertugas, tapi tidak berarti boleh mendukung salah satu calon atau kemudian foto-foto dengan calon. Sanksi kode etik sesuai peraturan yang berlaku di Kepolisian dipastikan akan dikenakan.

Dikonfirmasi hariankota.com, Kapolres Sukoharjo, AKP Iwan Saktiadi membenarkan jika Kapolri mengeluarkan kebijakan semua anggota Kepolisian dilarang melakukan foto selfie dengan semua calon kepala daerah.

"Betul, Itu perintah Kapolri langsung," tegas Kapolres melalui pesan singkat. Diharapkan, larangan selfie yang dikeluarkan oleh Polri ini menjadi perhatian serius bagi segenap anggota kepolisian. Jangan sampai nanti ada polisi yang dihukum hanya gara-gara selfie. (Sapto Nugroho/martin)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners