Rekomendasi

Mahasiswi UNS Diceburkan ke Sungai Opak Ternyata Korban Akan Dibunuh

Rabu, 31 Januari 2018 : 21.05
YOGYAKARTA - Polisi mengamankan dua pria berinisial As (20) warga Pandanrejo, Banyuripan, Bayat, Klaten dan Yr (20) warga Mejan Bayat Klaten. Keduanya ditengarai sebagai pelaku percobaan pembunuhan terhadap Septiana (20), mahasiswi Universitas Negeri Surakarta.

Polisi menangkap keduanya saat hendak kabur ke Jakarta. Mereka ditangkap di Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Terungkapnya kasus ini berkat keterangan korban yang merupakan warga Dusun Gatak Desa Jotangan Bayat Klaten Jawa Tengah.

Belakangan diketahui, mahasiswi semester V itu sudah berbadan dua. Usia kehamilannya sekira 30 minggu. Salah satu pelaku, As merupakan pacar korban yang merupakan bapak dari calon jabang bayi tersebut.

"Motifnya karena pelaku As tidak mau tanggungjawab, pengakuannya belum siap berumah tangga," kata Wakapolres Bantul Kompol Mariska FS SH SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Anggaito Hadi Prabowo SH SIK dan Kasubbag Humas AKP Sulistiyaningsih dalam keterangan pers di lobi Mapolres Bantul, Selasa (30/1/2018).

As juga masih tercatat sebagai mahasiswa. Ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengajar di sekolah dasar yang berada di wilayah Klaten. Berulang kali dia membujuk korban agar menggugurkan kandungan karena belum siap menjadi bapak.

"Sebelumnya pelaku sempat mencoba untuk menggugurkan kandungan korban sebanyak empat kali, namun selalu gagal," katanya.

Ia menyampaikan kronologi kejadian rencana pembunuhan ini. Pelaku bersama rekannya mengajak korban berliburan ke Pantai Parangtritis. Pelaku berboncengan sepeda motor Suzuki Satri FU Nopol AD 5348 GQ.

Sementara korban, berkendara sendiri menggunakan sepeda motor Honda Supra nopol AD 3389 ES. Ditengah perjalanan, terjadi hujan sehingga mereka bertiga berteduh di Jembatan Kretek.

Saat itu, ketiganya sempat mengobrol mengenai kondisi korban. Ditengah obrolan terjadi percek-cokan sehingga pelaku murka. Ditengah emosi, para pelaku mendorong korban ke sungai dari atas jembatan.

Saat didorong, korban sempat berpeganganan dan memeluk erat besi pembatas jembatan sambil meminta ampun. Namun kedua pelaku malah menendangi korban, sehingga pegangannya terlepas dan akhirnya korban terjatuh ke sungai.

Kedua pelaku kemudian membuang sepeda motor milik korban di utara jembatan dengan tujuan kejadian tersebut merupakan peristiwa kecelakaan lalu lintas.

Keduanya lantas kabur dengan membawa tas korban yang berisi handphone, charger, powerbank serta dompet berisi uang dan surat-surat berharga milik korban.

Beruntung, korban yang saat terjatuh masih mengenakan helm, berhasil berpegangan bambu yang tersangkut tiang jembatan sisi utara. Upaya berhatan dan menyelamatkan diri dilakukan dengan berteriak meminta pertolongan siapapun yang melaintas.

Nasib baik mengantarnya ditengah guyuran hujan disertai kedinginan karena kecebur sungai Opak. Ada warga sekitar, Widodo yang mendengar teriakan korban saat melintas.

Mengetahui korban menggigil kedinginan, dia melaporkan ke Koramil terdekat dan pihak kepolisian, diteruskan tim Sar dalam evakuasi korban.

Setelah selamat dievakuasi dengan perahu karet, korban dibawa ke puskesma. Lalu, dimintai keterangan petugas terkait insiden yang menimpanya. Berbekal keterangan korban, kedua pelaku berhasil ditangkap.

"Kami jerat dengan pasal 340 KUHP Jo Pasal 53 KUHP terkait percobaan pembunuhan sebagaimana dimaksud daam Pasal 338 KUHP Jo pasal 53 KUHP atau Pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365," katanya.

Sejumlah barang bukti seperti kendaraan pelaku dan juga barang-barang milik korban juga berhasil disita petugas. Kedua pelaku kini harus mendekam dibalik jeruji besi polisi hingga berkas pemeriksaan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bantul.

"Keduanya kita tahan," jelasnya. (dab/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya