Rekomendasi

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah Gelar Munas di Makassar

Kamis, 18 Januari 2018 : 22.23
YOGYAKARTA - Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah akan mengelar musyawarah nasional (Munas). Munas Tarjih Muhammadiyah ke 30 itu bakal berlangsubg di Universitas Muhammadiyah Makassar pada 23-26 Januari 2018 nanti.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar menyampaikan tema besar yang diangkat adalah 'Penguatan Spiritualitas, Perlindungan Terhadap Anak dan Pengelolaan Informasi menuju Masyarakat Berkemajuan'.

Tiga hal itu dijabarkan dalam sidang komisi dan pleno (Fikih perlindungab anak, fikih informasi dan tuntutab ibadah), seminar fikih lalu lintas, dan cermah umum.

"Munas Tarjih dan Tajdid ini diagendakan dua kali dalam satu periode kepemimpinan (5 tahunan). Ini Munas pertama masa kepemimpinan PP Muhammadiyah periode 2015-2020," katanya dalam keterangan pers di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (18/1/2018).

Persoalan anak patut diperhatikan bersama. Fenomena kasus tindak kekerasan, kejahatan seksual, anak berhadapan dengan hukum, masalah pengasuhan, pendidikan, kesehatan, napza, pornografi dan lainnya dibutuhkan dasar rujukan dalam mensikapinya.

Masalah yang tak kalah penting untuk disikapi adalah pengelolaan informasi. Revolusi teknologi informasi membawa perubahan dasyat yang ditandai dengan kompleksitas masalah pada semua ranah, baik sosial, budaya, ekonomi, politik, hingga keagamaan.

Ketua PP Muh Bid Tarjih dan Tadjid, Yunahar Ilyas mengatakan kegiatan Munas itu nanti akan dibuka Ketua Umum PP Muh Haedar Nashir.

Selanjutnya ada seminar fikih lalu lintas dengan menghadirkan Korlantas Polri, Isran Ramli (Pakar rekayasa transportasi dari Universitas Hasanusddin Makassar) dan Alyasa Abubakar yang merupakan pakar hukum Islam.

"Bicara transportasi, di Amerika sana tidak ada bunyi klakson-klakson karena masyarkatnya sadar berlalu lintas. Kita ketika lampu mendekati hijau sudah nyalain klakson," sentilnya.

Guru Besar UMY ini mengakui kesadaran berlalu lintas di negeri ini masih rendah. Untuk itu perlu upaya penyadaran agar angka kecelakaan yang hingga menyebabkan korban jiwa bisa dikurangi.

Kesadaran berlalu lintas bukan hanya tugas dan tanggungjawab Polri semata, tapi juga semua komponen bangsa.

"Sesi ceramah umum akan disampaikan Prof Dr M Din Syamsudin yang membahas politik transaksional dalam demokrasi Indonesia. Kita lihat begitu besar ongkos politik dinegeri ini, itu nanti akan disampaikan secara gamblang," jelasnya.

Munas ini akan dihadiri dari PP Muh, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid tingkat pusat, anggota Tarjih tingkat pusat, utusan majelis tarjih dan Tajdid wilayah, dan peninjau dengan jumlah peserta keseluruhan mencapai 268 orang. Kegiatan ini tersentral di Gedung Iqra' Universitas Muh Makassar. (dab/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners