Rekomendasi

Pekan Depan, Kasus Edu Park Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Rabu, 24 Januari 2018 : 13.45
Loading...
KARANGANYAR - Kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat di lokasi wisata Edu Park Karanganyar, dengan tiga orang tersangka, akan menjalani persidangan di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang, menyusul akan dilimpahkannya berkas ke tiga tersangka ini ke pengadilan Tipikor, Semarang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganayar, Suhartoyo, usai mengikuti rapat paripurna istimewa HUT DPRD Karanganyar, Rabu (24/1/2018) kepada wartawan mengatakan, saat ini tim jaksa penuntut umum (JPU) sedang menyelesaikan surat dakwaan atas nama tiga orang tersangka.

"Tim jaksa sedang menyelesaikan dan menyempurnakan surat dakwaan. Kemungkinan pekan depan, berkas segera kita limpahkan ke pengadilan Tipikor Semarang untuk menjalani persidangan," kata Suhartoyo, Rabu (24/1/2018).

Terkait dengan berkas tersangka lain, Suhartoyo menyatakan, saat ini masih dalam proses penyempurnaan, dengan satu orang tersangka. Dijelaskannya, satu berkas masih berada di tim penyidik Polres Karanganyar.

"Satu berkas belum lengkap dan masih harus dilengkapi oleh penyidik," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya tim penyidik Krimsus Sat Reskrim Polres Karanganyar, menyerahkan tiga tersangka berikut barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat lokasi wisata edu park, Selasa (16/1/2018).

Penyerahan tahap kedua ini, setelah seluruh berkas dinyatakan lengkap. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan administrasi, ketiga tersangka, yakni P, selaku PP Kom, S Direktur CV Gema Sari serta D Manager Area CV Gema Sari, langsung ditahan dan dititipkan ke lembaga pemasyarakatan (LP) Surakarta.

Kasus ini bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.

Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp 2 miliar.

Namun, dalam pengadaan pesawat tersebut, terdapat selisih harga yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 509 juta. (Iwan Iswanda/Gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners