Rekomendasi

Pilkada Karanganyar: Petahana Bertarung, Netralitas ASN dan Kades Jadi Sorotan

Selasa, 23 Januari 2018 : 15.07
KARANGANYAR - Pertarungan Juliyatmono dan Rohadi Widodo dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, menimbulkan kekhawatiran akan netralitas aparat sipil Negara (ASN) dan para kepala desa di bumi Intanpari.

Agar ASN dan kepala desa ini, tidak terjebak dalam permainan politik praktis dan terjerat dengan regulasi netralitas, Panwaslu, kembali melakukan sosialisasi netralitas perangkat desa dan ASN, Selasa (23/1).

"Ini upaya pencegahan agar tidak terjerat regulasi netralitas. Apalagi Pilkda Karanganyar, calon yang akan bertarung adalah petahan. Otomatis, netralitas, baik ASN dan kepala desa merupakan indek kerawanan pemilu yang kami soroti dan akan kami kawal ketat," kata ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa, Selasa (23/1/2018).

Dijelaskannya, hukuman bagi ASN dan perangkat desa yang tidak netral, tidak ada hukuman ringan, yang ada hukuman sedang dan berat, mulai dari penurunan jabatan satu tingkat, penghentian gaji sampai penghentian tidak dengan hormat.

"Kita tidak harapkan jika petahana yang bertarung dalam Pilkada ini, menyeret para perangkat desa dan ASN dalam ajang politik praktis," ujarnya. Sementara itu, terkait dengan politik uang dan kampanye hitam yang kemungkinan akan terjadi, Kustawa mengaku akan sangat sulit untuk diberantas.

"Politik uang dilakukan secara massif dan terstruktur. Untuk itu, kita juga akan melakukan kampanye gerakan anti politik uang. Sedangkan untuk kampanye hitam, terutama yang dilakukan di media sosial, kita bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk melakukan pemantauan," tandasnya. (Iwan Iswanda/Martin)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya