Rekomendasi

Pilkada Kotak Kosong Karanganyar, Pengamat: Pemilih Diprediksi Turun

Kamis, 11 Januari 2018 : 20.30
Loading...
KARANGANYAR - Keberadaan pasangan calon tunggal dikhawatirkan menurunkan jumlah partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karanganyar tahun 2018, diprediksi akan turun.

Hal tersebut dikatakan, pengamat politik UNS Surakarata, M Yamin, ketika dihubungi hariankota.com melalui telepon selularnya, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya, munculnya calon tunggal dalam Pilkada Karanganyar ini, karena partai lain tidak mempunyai nyali dan tidak memiliki calon yang cukup kuat dalam pertarungan memperebutkan orang nomor satu di Bumi Intanpari.

Hal ini ditambah lagi, berpisahnya pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo (YURO) dalam Pilkada Karanganyar tahun 2018, membuat massa pendukung fanatik YURO jilid satu merasa kecewa dan lebih memilih kotak kosong.

"Partisipasi dipredikasi akan turun, karena pemilih tidak tertarik menggunakan hak pilihnya karena tidak ada pilihan. Selain itu, massa pendukung YURO yang lama, merasa kecewa dan mereka akan memilih kotak kosong," kata M Yamin, Kamis (11/01/2018).

Ditambahkan, Calon tunggal merupakan cerminan demokrasi yang tidak sehat, tidak ada kompetisi dan debat program antar calon. Bagi petahana yang telah berganti pasangan menjadi Juliyatmono-Rober Christanto, lanjutnya, 'menang ora kondang, kalah jadi wirang', (menang tidak terkenal, kalah jadi malu, red).

Pengunduran pendaftaran tiga hari ke depan, masih menurut M Yamin, tidak bermakna, karena tidak mungkin ada calon yang bisa mendaftar, baik dari jalur partai, maupun perseorangan. Ini menunjukkan mundurnya demokrasi di Karanganyar.

"Saya pikir, ini kemunduran demokrasi di Karanganyar. Masyarakat tidak memiliki pilihan lain. Ini berbahaya bagi perkembangan demokrasi ke depan," ujarnya. (Iwan Iswanda/martin)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners