Rekomendasi

Sejumlah Pohon Tumbang Akibat Hujan, Waspadai Tanah Longsor

Senin, 22 Januari 2018 : 11.11
Loading...
YOGYAKARTA - Insiden bencana terjadi saat hujan deras disertai angin kencang selama dua hari pada Sabtu dan Minggu (20-21/1) siang hingga malam hari kemarin. Bencana yang masuk skala kecil yang tidak sampai menyembabkan korban jiwa itu mulai dari pohon tumbang, tiang listrik ambruk dan tanah longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPBD DIY), Biwara Yuswantara mengatakan data peristiwa bencana di Yogyakarta yang berhasil dihimpun BPBD DIY pada Sabtu (20/1) lalu di Kabupaten Bantul tercatat ada 37 titik pohon tumbang, satu tower internet serta tiga tiang listrik roboh.

Di Kabupaten Kulonprogo, ada 23 titik pohon tumbang dan satu titik longsor. Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul tercatat satu titik pohon tumbang dan di Kabupaten Sleman 12 titik pohon tumbang, sedangkan di Kota Yogyakarta tiga titik pohon tumbang ditambah satu tiang listrik roboh.

Pihaknya menghimbau masyarakat untuk selalu waspada. Terlebih saat saat ini musim penghujan yang bisa saja sewaktu-waktu saat hujan disertai angin kencang atau badai disertai kilat/petir. Dia mendapat informasi itu dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika DIY.

"BMKG sudah memperingatkan bahwa kita memasuki masa puncak musim penghujan. Kami juga meminta masyarakat untuk selalu waspada saat terjadi hujan," katanya, Senin (22/1/2018).

Biwara juga menambahkan pada masa puncak ini selain hujan deras, dimungkinan akan disertai angin kencang dan petir. Cuaca ekstrim denhan curah hujan deras yang terus menerus itu dapat memicu bencana, seperti tanah longsor. Untuk itu, dia minta pada warga yang tinggal di kawasan perbukitan untuk selalu waspada dan hati-hati.

Sementara tingginya gelombang perairan Samudera Hindia di sebelah selatan DIY, mengganggu aktivitas para nelayan. Sejak beberapa waktu terakhir ini nelayan Pantai Bugel dan Pantai Trisik, Kabupaten Kulonprogo tidak melaut karena gelombang pantai selatan cukup tinggi dan angin kencang.

Dwi Suryo, nelayan di Pantai Trisik mengaku sudah hampir dua pekan tidak melaut karena cuaca tidak mendukung untuk mencari nafkah. Dia mengaku melakukan aktifitas lain dalam dua pekan ini.

"Hampir dua minggu ini para nelayan tidak melaut karena ombak lagi besar-besarnya. Selain ombak besar tiupan angin juga cukup kencang,'' katanya.

Padahal, menurutnya saat ini sedang musim ikan bawal dan layur yang memiliki nilai jual tinggi. Namun nelayan pantai selatan memilih cari kerjaan lain dari pada terjadi hal yang tidak diinginkan. (Dab/Gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners