Rekomendasi

Sidang Kasus UII Jilid Dua: Penasehat Hukum Minta Para Terdakwa Dihukum Ringan

Kamis, 25 Januari 2018 : 21.09
KARANGANYAR - Tim penasehat hukum lima terdakwa kasus dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan selama pelaksanaan The Great Camp (TGC) ke 37 Diksar Mapala UII menilai, tuntutan terhadap para terdakwa, TN, HS, TAR, DK dan NAI, sangat berlebihan.

Hal yang sama juga dikatakan penasehat satu terdakwa lain, yakni RF. Tim penasehat hukum juga menilai, tuntutan jaksa sangat berlebihan.

Achiel suyanto, ketua tim penasehat para terdakwa, usai sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) kepada haraiankota.com mengatakan, dakwaan jaksa penuntut umum terhhadap 5 terdakwa, yakni pasal 351(1) ke 3 KUHP jo Pasal 55 ayat(1) ke (1) KUHP sama sekali tidak memenuhi unsur, karena para terdakwa tidak terbukti melakukan perencanaan penganiayaan terhadap tiga peserta yang meningga dunia, serta korban luka lainnya selama pelaksanaan Diksar berlangsung.

Selain tidak memenuhi unsur yang didakwakan, tim penasehat hukum juga menilai, dari visum maupun hasil outopsi ke 3 korban, tidak menjelaskan dan tidak ditemukan penyebab meninggalnya tiga peserta.

Kematiannya itu apa tetapi para Terdakwa kelumanya mengaku harus bertanggungjawab atas adanya kematian 3 korban diksar 37 Mpl UII. “Maka menurut hemat kami, para terdakwa lebih tepat melanggar pasal 359 atau 360 KUHP, dan mohon dihukum seringan-ringannya,” ujar Achiel Suyanto, Kamis (25/1/2018).

Sperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan kasus tindak kekerasan dan dugaan penganiyaan tragedi UII jilid dua, tim jaksa penuntut umum (JPU, menuntut enam terdakwa dengan tujuh tahun penjara. Ke enam terdakwa tersebut, masing-masing berinisial TN, HS, TAR, DK, RF dan NAI (wanita).

Lima terdakwa, masing-masing TN, HS, TAR, DK dan NAI didampingi tim penasehat hokum Achiel Suyanto. Sedangkan satu terdakwa, yakni RF, didmping kuasa hukumnya, Wibowo Kusumo Winoto dan Ismu Riyanto.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, didampingi Kepala seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Tony Wibisoono mengatakan, ke enam terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 351 ayat 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Menurut Tony, seluruh unsur yang ada dalam pasal 351 ayat 1 dan 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1, yang merupakan dakwaan alternative, telah memenuhi unsur pidana.

Bahwa ke enam terdakwa, lanjut Tony, dalam memberikan hukuman kepada peserta Diksar Mapala UII, di luar SOP yang ada.Hal ini, mengakibatkan 3 peserta meninggal dunia dan sejumlah peserta lainnya mengalami luka.

Dengan demikian, unsur menyebabkan matinya orang lain telah terbukti secara hukum. (Iwan Iswanda/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners