Rekomendasi

Sragen Tolak Import Beras

Kamis, 25 Januari 2018 : 12.35
SRAGEN - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sragen secara tegas menolak kebijakan impor beras yang diambil pemerintah pusat. Impor beras dinilai akan berimbas pada anjloknya harga gabah dan merugikan petani lokal.

Hal tersebut dikatakan wakil bupati Sragen, Dedy Endriyatno ketika dihubungi wartawan, Kamis (25/1/2018). "Kita tetap menolak import beras. Karena akan merugikan para petani, teritama pada saat memasuki panen raya ini," kata wakil bupati.

Hal senada dikatakan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sragen, Suratno. Dia juga menegaskan dampak kebijakan impor beras telah merugikan petani di Sragen yang saat ini memasuki panen raya.

Sebab, sejak munculnya kabar impor beras di media massa, hingga kini harga terus merosot.

"Bahkan penurunannya nanti bisa sampai Rp 2000 perkilogram. Saat ini sudah tinggal Rp 5.500, dan bisa turun terus sampai Rp 3.500. Yang lebih menyakitkan, kebijakan impor beras kenapa selalu digulirkan ketika Sragen pas panen raya.

Makanya kami mendorong bupati atau gubernur berkirim surat ke Mentan atau Presiden agar menegaskan Srage atau Jateng menolak impor beras dan beras impor jangan boleh masuk," ujarnya.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke Sragen, Rabu (24/1/2018) untuk melakukan panen raya, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyatakan bahwa keberpihakan pemerintahan Jokowi pada petani, saat ini sangat besar.

"Upaya menggenjot produktivitas pertanian dengan berbagai bantuan alsintan (alat mesin pertanian) untuk petani hasilnya cukup bagus," paparnya. Amran juga menegaskan keberpihakan pemerintah itu ditunjukkan dengan bukti selama 2016 dan 2017. "Pemerintah tidak impor beras," jelasnya. (Iwan Iswanda/Dwi Indah).

Video Viral

Keseruan Saat AHY Putra SBY Disuguhi Martabak Oleh Gibran

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners