Rekomendasi

Tak Perlu Takut Memandikan Jenazah ODHA, Begini Penjelasannya

Kamis, 11 Januari 2018 : 18.30
SUKOHARJO - Hingga kini, kasus penolakan pemulasaran atau merawat dan memandikan jenazah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) masih sering terjadi di lingkungan masyarakat. Alasannya, selain minim pengetahuan tentang tata cara yang benar juga takut tertular.

Dalam gelar pelatihan tata cara pemulasaran jenazah ODHA, di RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo, Kamis (11/1/2018), Ketua Tim Penanggulangan HIV/AIDS RSUD Ir.Soekarno Sukoharjo, Agus Prihatmo menjelaskan, sebenarnya tak perlu takut tertular.

Virus HIV/AIDS akan mati setelah penderita dinyatakan meninggal dan didiamkan selama empat jam.

"Prinsipnya, tenaga pemulasaran jenazah ODHA wajib mengutamakan penggunaan alat pelindung diri (APD). Ini, sama dengan penanganan jenazah yang terinfeksi penyakit menular lainnya, seperti Hepatitis," terangnya.

Selanjutnya, selain air yang digunakan memandikan di beri campuran Klorin, pembuangannya juga harus dilokalisir sedemikian rupa agar tak mengalir keluar. Misalnya, dikubur dalam tanah dengan dibuatkan lubang terlebih dulu.

Agar materi yang disampaikan kepada peserta dapat dimengerti, oleh Tim Voluntary Counceling Test (VCT) RSUD Ir Soekarno dilakukan demo berupa simulasi tata cara pemulasaran jenazah menggunakan boneka manekin.

Sedikitnya 100 peserta pelatihan terdiri, anggota Polres Sukoharjo, perwakilan PKK Sukoharjo dan relawan sosial kemasyarakatan antusias mengikuti jalannya pelatihan dengan seksama.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Sukoharjo, Etty Suryani yang hadir membuka acara berharap setelah pelatihan tidak ada lagi warga masyarakat yang takut mendekat atau tidak berani memandikan jenazah ODHA.

"Tentunya, kami berharap setelah pelatihan ini, Tim penggerak PKK bisa ikut membantu mensosialisaikan kepada masyarakat tentang tata cara pemulasaran jenazah ODHA dan tak perlu ada rasa takut lagi," pungkasnya. (Sapto Nugroho/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners