Rekomendasi

Terbelit Protes Warga Soal Bau Limbah, PT RUM Jajaki Penggunaan Mikroba

Jumat, 12 Januari 2018 : 10.16
Praktisi pertanian dan tanaman organik, yang juga pembina komunitas petani Sukoharjo, Heri Sulistyo saat melakukan pengecekan IPAL PT RUM. (Sapto Nugroho)
SUKOHARJO - Upaya pabrik rayon PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan, Kecamatan Nguter untuk menekan bau limbah masih terus berjalan. Ditengah suara protes warga, selain menggandeng pakar lingkungan hidup dari perguruan tinggi. Kali ini praktisi tanaman pangan dan holtikultura juga dilibatkan.

Dengan pengalamannya sejak 1990 mengurai beberapa limbah pabrik. Praktisi tanaman pangan dan hortikultura yang dilibatkan adalah, Heri Sulistyo yang juga pembina komunitas tani di Sukoharjo. Dia menawarkan solusi alternatif penggunaan mikroba (mikro bakteri).

Dengan memasukkan mikroba pada kolam penampung Instalasi Pengolah Limbah (IPAL) menurutnya, merupakan cara praktis sebagai upaya mengurai limbah agar tak berbau.

"Tentunya penggunaan mikroba harus kualitas terbaik, yang mampu bertahan hidup didalam suhu panas, mampu berintegrasi dengan bahan kimia dan kondisi apapun di kolam penampung limbah. Jika itu berhasil maka tak perlu waktu lama, dalam 1x24 jam bau limbah bisa teratasi," sebutnya saat dihubungi, Kamis (11/1/2018).

Menurut Heri, bau limbah yang dirasakannya saat mengecek langsung IPAL PT RUM tepatnya berada di kolam penampung limbah pertama usai proses produksi. Secara keseluruhan setelah melalui tahapan pengolahan limbah, Heri menilai tidak ada masalah. PH nya sesuai standar dan aman dibuang di sungai.

Praktisi pertanian dan tanaman organik, yang juga pembina komunitas petani Sukoharjo, Heri Sulistyo saat melakukan pengecekan IPAL PT RUM. (Sapto Nugroho)
"Saat ini saya sedang meneliti sampel limbah yang dikirim PT RUM. Saya coba dulu untuk menetralisirnya dengan beberapa jenis mikroba. Kalau sudah pas atau mikrobanya dapat bertahan hidup, maka saya yakin permasalahan bau terselesaikan," ujarnya.

Terpisah, Presiden Direktur PT RUM, Pramono, menyambut baik penawaran penggunaan mikroba tersebut. Meski belum terlalu yakin, namun agar permasalahan bau limbah secepatnya teratasi pihaknya akan mencobanya.

"Ini ide yang tidak pernah terpikirkan. Hal seperti inilah yang kami butuhkan dan tidak ada salahnya untuk dicoba. Sebagai langkah awal, sampel limbah sudah kami kirim supaya di ujicoba dulu. Dan perlu di mengerti, pabrik juga terus melakukan penyempurnaan. Yang pasti, kami tidak ingin merugikan masyarakat," tandasnya. (Sapto Nugroho/Gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya