Rekomendasi

Terus Mengalir, Setelah Buruh Giliran Purnawirawan Pejuang Dukung Paslon Rohadi-Ida

Rabu, 31 Januari 2018 : 20.48
KARANGANYAR - Dukungan terhadap pasangan Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih, terus mengalir. Setelah mendapat dukungan secara terbuka dari Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN), kali ini, dukungan datang dari Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Karanganyar.

Koordinator wilayah (Korwil) PPIR Solo Raya, Suyoto, kepada para wartawan, Rabu (31/1/2018) mengatakan, PPIR merupakan sayap partai non structural yang baru saja dibentuk oleh Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Menurutnya, PPIR menyatakan dukungannya terhadap calon gubernur Sudirman Said-Ida Fauziyh dan pasangan bupati dan wakil bupati Karanganyar Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih.

"Kami secara resmi menyatakan dukungan kepada pasangan gubernur dan calon gubernur Sudirman said-Ida Fauziyah serta pasangan bupati dan wakil bupati Karanganyar, Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih. Kami akan berjuang maksimal memenangkan pasangan yang didukung PKS dan Gerindra ini," kata Suyoto, Rabu (31/1/2018).

Dijelaskannya, setelah deklarasi dukungan ini, PPIR segera melakukan sosialisasi ke tigkat bawah, mulai dari desa hingga ke rukun tetangga.

Sementara itu, ketua DPC Partai Gerindra, Yulianto, mengatakan, secara structural partai, siap mengamankan rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP Partai Gerindra untuk memenangkan Pilgub Jawa Tengah dan Pilkada Karanganyar.

Komunikasi politik dengan PKS, lanjut Yulianto, terus berlanjut, terkait strategi pemenangan dalam Pilkada Karanganyar. "Kita terus melakukan koordinasi terutama yang menyangkut strategi pemenangan," ujarnya.

Terpisah, bupati Karanganyar yang juga bakal calon bupati dalam Pilkada mendatang, Juliyatmono, ketika dikonfirmasi usai penyerahan mobil dinas baru di halaman Setda setempat, mengatakan, tidak mengekspos, karena sedang laksanakan tugas, sehingga masyrakat telah mengetahui hal itu.

Kalau ada kelompok masyarakat yang ingin menyalurkan dukungannya, lanjut Julliyatmono, maka hal itu sah-sah saja.

"Kami memang tidak mengekspos. Kalau ada yag memiliki pandangan lain, hal itu sah saja. Yang perlu kami tekankan, jangan menggunakan isyu SARA sebagai alat. Itu yang harus dihindari.

Bagaimanapun juga, kita semua adalah bersaudara. Mengetangahkan sebuah gagasan untuk membangun Karanganyar itu yang harus diutamakan," tandasnya. (Iwan Iswanda/martin)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya