Rekomendasi

Wisata Unik, Bidar Mini Jadi Langkah Awal Perkembangan Pariwisata di Wilayah Ini

Jumat, 12 Januari 2018 : 10.08
OGAN ILIR - Perahu cepat atau Bidar yang oleh masyarakat di Ogan Ilir Sumatera Selatan sering kali dibuat perlombaan dalam rangka HUT Ogan Ilir maupun acara 17 Agustusan. Oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Bidar Mini diadakan menjadi langkah awal untuk pengembangan sektor pariwisatanya.

Mempunyai wilayah rawa-rawa cukup luas yang dihiasi oleh anak Sungai Musi. Pemandangan sapi dan kerbau yang berendam maupun burung bangau yang hilir mudik mencari makan menjadi daya tarik tersendiri di Kabupaten ini.

Bidar Mini yang diadakan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir mampu menyedot perhatian masyarakat untuk datang ke Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu.

Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu menjelma menjadi desa Pariwisata karena keunikan serta keindahan pemandangan diarea sekitar. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir akan memberikan sentuhan di rumah-rumah penduduk sini yang notabennya terbuat dari papan dengan mengecat warna-warni rumah-rumah pinggir sungai ini.

Untuk berwisata di Desa ini, akan ada Speedboat yang siap mengantar melalui Sungai Kelekar dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit. Sungai Kelekar mempunyai air yang jernih, sehingga ikan dibawahnya bisa terlihat jelas.

Dari sungai Kelekar Speedboat juga akan mengantarkan wisatawan ke Pohon Jomblo, yakni pohon besar dipinggir sungai Kelekar yang tumbuh tanpa ada pohon besar lain di dekatnya. Sehingga penduduk disini menyebutnya pohon jomblo.

"Alhamdulillah walaupun ini lomba Bidar mini untuk HUT Ogan Ilir, Sekaligus sosialisasi Desa ini dijadikan objek wisata, lebih tepat dan pas dilaksanakan di Desa Burai, Setiap tahun memang di laksanakan tapi lokasinya berbeda," ucap Muhsin Abdullah ketua pelaksana lomba Bidar Mini tersebut.

"Peserta yang hadir lebih kurang 60 peserta dari seluruh wilayah Ogan Ilir. Jarak tempuh lebih kurang 300 meter 5 pendayung 1 Bidar, itu dapat menarik perhatian wisatawan. Wisatawan akan menaiki speedboat yang disediakan menyusuri sungai kelekar sambil melihat pemandangan alam yang asri, melihat kampung warna-warni Desa Burai, mengunjungi pusat kuliner," jelas Muhsin kembalim.

Selain pengecatan setiap rumah sepanjang Sungai Kelekar, masyarakat diminta harus menjaga secara bersama sama dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban desa.

"Bagaimana wisatawan akan berkunjung jika tempat ini tidak aman, oleh sebab itu selain keindahan, keamanan juga penting," ucap Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam. ‎(Puspita/Rahayu)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya