Rekomendasi

BMKG Prediksi Hingga Maret, Hujan Disertai Angin Masih Terjadi

Kamis, 08 Februari 2018 : 23.47
YOGYAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengajak masyarakat untuk waspada dalam menghadapi musim penghujan ini. Utamanya yang bermukim di pinggiran sungai dan di perbukitan.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiono mengatakan pada bulan Februari sampai Maret masih bepotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang lebat disertai petir dan angin kencang.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan agar warga selalu waspada. ''Bulan ini sampai Maret nanti masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang lebat disertai petir dan angin kencang," katanya, Kamis (8/2/2018).

Berdasarkan pemantauan, interaksi antara intensitas maksimum matahari yang posisinya di atas Pulau Jawa dengan monsoon Asia masih cukup kuat. Hal itu masih ditambah dengan kemunculan daerah pusat tekanan rendah di Samudera Hindia atau sebelah utara Australia.

Selain itu, fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) atau penjalaran tekanan udara rendah di Samudera Hindia juga diperkirakan kembali berada di wilayah Indonesia pada Maret 2018.

Keberadaan MJO mengakibatkan pembentukan awan hujan dari Samudera Hindia yang bergerak ke arah timur atau ke arah Indonesia, sehingga masih menyebabkan turunnya hujan. Diperkirakan fase pancaroba di DIY baru terjadi pada April 2018.

Untuk itu, Djoko mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai potensi bencana seperti bahaya banjir, angin kencang, serta tanah longsor terutama yang tinggal didataran tinggi, serta tinggi gelombang di laut selatan Yogyakarta yang saat ini dalam kategori tinggi mencapai 2,5meter sampai 4 meter. (dab/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya