Rekomendasi

DPRD DIY Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Kekerasan di Gereja Lidwina Bedog

Senin, 12 Februari 2018 : 17.28
YOGYAKARTA - Aksi penyerangan ke gereja St Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta mendapatkan reaksi keras dari para wakil rakyat yang duduk di DPRD DIY.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan aksi kekerasan yang dilakukan siapapun atas nama apapun tidak bisa dibenarkan. Tindakan tegas aparat keamanan diperlukan agar rasa aman warga Yogyakarta bisa dihadirkan.

"Apapun motifnya, aksi teror dalam segala bentuknya khususnya yang mengganggu kegiatan ibadah tidak boleh terjadi lagi, ini bukan kriminal bisa, tapi sudah aksi teror yang tidak hanya merusak, melukai korban tapi juga mengoyak kerukunan masyarakat serta bisa menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat," kata Eko Suwanto Ketua Komisi A DPRD DIY, dalam rilis yang diterima hariankota.com, Senin (12/2/2018).

Melawan aksi teror, dukungan sepenuhnya diberikan kepada aparat penegak hukum agar bisa bekerja mengungkap aksi teror ini. Aparat kita dukung menjalankan proses hukum agar pelaku beserta aktor aktor di belakangnya bisa diungkap.

Eko Suwanto menegaskan siapapun yang melakukan tindakan teror terhadap orang yang sedang melakukan ibadah, apalagi ini dilakukan ditempat ibadah adalah merupakan tindakan keji, brutal dan jahat.

"DPRD DIY mengecam aksi teror ini. Kita berikan dukungan penuh masyarakat agar pelaku dan aktor intelektual di belakangnya di proses hukum oleh aparat penegak hukum," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY saat mengunjungi lokasi kejadian di gereja santa lidwina stasi bedog, Sleman

Peristiwa kekerasan yang hingga kini belum diketahui motifnya terjadi pada Minggu 11 Februari 2018 saat ada misa ekaristi di Gereja Santa Lidwina Stasi Bedog, Sleman. Polisi merespon laporan masyarakat dengan melakukan tindakan keras yaitu menembak pelaku untuk bisa dilumpuhkan.

Berdasarkan keterangan, kegiatan misa ekaristi di Gereja Santa Ludwig's Stasi Bedog Sleman ada ketegangan saat tiba-tiba ada pria yang datang lalu menyerang jemaat lalu menyerang Romo Prier.

Guna mengetahui lebih mendalam terkait penanganan kekerasan dan aksi teror ini, Komisi A DPRD DIY akan mengagendakan rapat kerja bersama Pemda DIY dan stake holder terkait untuk mengungkap aktor dan motif pelaku, mendukung polri dan aparat penegak hukum tegas hadapi terorisme serta merumuskan strategi untuk mengantisipasi agar aksi teror, kekerasan dan intoleransi tidak terjadi lagi.

"Kepada masyarakat, kita ajak untuk bersatu padu melawan berbagai bentuk aksi kekerasan dan teror. Kita harap masyarakat tidak panik. Ayo kita hidupkan lagi siskamling untuk mendukung aparat ciptakan kondisi yang damai," kata Eko Suwanto.

Masyarakat diingatkan jika melihat ada orang atau kelompok yang mencurigakan, jangan segan segan lapor ke kantor polisi terdekat. Politisi muda PDI Perjuangan ini menyampaikan rekomendasi agar perangkat desa/kelurahan, RW, Kadus, RT, satlinmas termasuk jaga warga lebih bekerja keras dengan melakukan pemantauan lingkungan.

"Teroris adalah musuh rakyat, musuh bangsa, musuh semua manusia. Ayo bersatu padu melawan terorisme dan berbagai bentuk kekerasan atas nama apapun. Jogja ora wedi, jogja cinta damai, kita bersama rakyat akan lawan aksi aksi teror, intoleransi serta aksi kekerasan lainnya," kata Eko Suwanto, politisi muda PDI Perjuangan. (dab/gun)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners