Rekomendasi

Gara-Gara Status di Facebook, Ketua Panwaslu Karanganyar di Sidang DKPP

Senin, 05 Februari 2018 : 21.44
KARANGANYAR - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melakukan sidang kode etik di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar, Senin (5/2/2018) dengan teradu, ketua Panwaslu, Kustawa.

Sedangkan pengadu, Forum Masyarakat Karanganyar (Formaska). Kustawa dilaporkan ke DKPP karena menulis status di akun facebooknya yang dianggap melanggar kode etik penyelenggara pemilu.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIb tersebut, dipimpin oleh ketua majelis, Al Fitrah Salam dengan anggota, Hakim Junaidi, Andreas Pandeana dan Sri Wahyu Ananingsih, melakukan konfrontir terhadap pelapor dan terlapor.

Dalam dalil aduannya, pelapor yang diwakili ketua Formaska, Muhammad Riyadi mengatakan, dasar pelaporan dilakukan karena sebagai salah satu anggota penyelenggara pemilihan umum (pemilu) dan selaku Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karanganyar diduga telah mengunggah beberapa status pada akun facebooknya.

Dimana status tersebut secara langsung maupun tidak langsung dianggap telah menyinggung perasaan dan penghinaan atau patut diduga sebagai bentuk ujaran kebencian.

Status tersebut, menurut Yeri, sangat tidak pantas dan tidak ssuai dengan etika sebagai ketua Panwaslu. Untuk itu, lanjutnya, majelis hakim kode etik DKPP menjatuhkan sanksi yang tegas, berupa pemecatan sebagai ketua Panwaslu Karanganyar.

“Kami merasa dicemarkan nama baik dan privasi, baik secara pribadi maupun bersama dihadapan publik dan berimbas bisa menimbulkan rasa kebencian dari masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kustawa, membantah jika status di akun facebook nya tersebut, menimbulkan keresahan di masyarakat. Status di akun pribadi tersebut, menurut Kustawa tidak melanggar kode etik dan norma-norma penyelenggara pemilu.

“Saya selaku terlapor meminta kepada majelis sidang kode etik DKPP untuk memberikan keputusan yang seadil-adilnya. Jika saya slaku terlapor tidak terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu, maka DKPP melakukan rehabilitasi terhadap nama baik saya,” ujarnya.

Sementara itu, ketua majelis kode etik DKPP, menyatakan, seluruh anggota majelis kode etik DKPP akan melakukan rapat pleno untuk mengambil keputusan. “Hasil sidang ini, akan kita bawa ke rapat pleno di Jakarta, untuk mengammbil keputusan,” ujar ketua majelis Al Fitra Salam.

Sebelumnya, ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa dilaporkan ke Bawaslu jawa tengah.

Pasalnya, dalam akun facebook miliknya, Kustawa menulis mengunggah status di akun facebooknya yang berbunyi, 'Menang adol kandang, kalah mulih brangkang, pil paling pahit itu bernama pilkada, terlebih pilkadal (cakkoes kustawa esye)'.

Selain itu, lanjut Gandien, Kustawa juga menulis status, 'Lak rak tenan ta….!!! Setelah bakulane bubruk, gak laku lanjut rebutan balung tanpo sungsum (Episode : wong salah, seleh)'. Status ini, menurut Gandien dibuat Kustawa pada hari Minggu tanggal 26 November 2017. (Iwan Iswanda/martin)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya