Rekomendasi

Imbas Bau Limbah PT RUM, Warga Dapat Pengobatan Gratis

Rabu, 14 Februari 2018 : 15.37
Pengobatan gratis warga terdampak bau limbah PT RUM ole PDP Muhammadiyah Sukoharjo. (Sapto Nugroho)
SUKOHARJO - Polemik berkepanjangan bau limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan, Kecamatan Nguter telah mengundang perhatian banyak kalangan. Meski upaya penanganannya hingga kini terus dikerjakan, namun warga masih merasakan belum ada perubahan.

Warga sekitar pabrik mengeluhkan masih terciumnya bau limbah. Mereka khawatir jika tak segera ada solusi, keadaan itu dalam jangka panjang bakal menggangu kesehatan terutama anak-anak dilingkungan sekitar lokasi pabrik.

Merespon kekhawatiran warga tersebut Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo bekerja sama dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan KNPI menggelar cek kesehatan dan pengobatan gratis warga masyarakat sekitar PT RUM di MIM Kedungsongo, Kecamatan Nguter, Rabu (14/2/2018).

Tak hanya pengobatan, sejumlah kegiatan sosial juga di lakukan yakni, pembagian 100 box masker untuk siswa di 18 sekolah, pembagian 170 botol Oxycan serta layanan psikososial bagi anak-anak.

Ketua PDP Muhammadiyah Sukoharjo Eko Pujiatmoko berharap kepada elemen masyarakat lain juga tergerak menggelar kegiatan serupa. Harapannya, semua masyarakat terdampak limbah bau PT RUM bisa dijangkau untuk mendapat perhatian terkait masalah kesehatan.

"Banyak warga yang mengeluh masih menderita akibat menghirup udara yang terpapar bau limbah," katanya. Dari beberapa warga yang antusias datang, ada yang mengeluh pusing dan mual karena dampak bau limbah, ada pula yang mengeluhkan penyakit lainnya.

Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan, bau limbah memang tidak setiap saat terhirup, hanya pada jam-jam tertentu. Namun, saat bau datang, kepalanya pusing dan mual. "Mumpung ada pengobatan gratis, saya ikut datang untuk periksa," tukasnya. (Sapto Nugroho/Gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya