Rekomendasi

Ini Tiga Garis Perjuangan Anggota Legislatif Fraksi PKS Se-Indonesia

Rabu, 14 Februari 2018 : 22.56
YOGYAKARTA - Lebih dari 1.000 anggota legislatif (Aleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Indonesia berkumpul di Yogyakarta. Mereka merapatkan barisan untuk meraih beberapa target yang ingin dicapai di tahun politik 2018 ini.

Misalnya, meraih kemenangan dalam ajang Pilkada serempak tahun ini. PKS sendiri mengikuti 135 Pilkada dari 171 yang digelar di Indonesia.

Selain mengerakan mesin partai agar mendulang kemenangan, berkumpulnya Aleg PKS se Indonesia ini untuk meningkat kinerja Aleg PKS itu sendiri. Tentunya, juga menyamakan pandangan dari pusat hingga daerah agar sejalan dengan kebijakan partai.

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazulu Juwaini mengatakan rapat internal ini lebih berkomitmen untuk mengokohkan khidmat PKS kepada rakyat. Terdapat tiga garis perjuangan Aleg PKS se-Indonesia yang harus dijalankan seluruh kader yang duduk di kursi dewan, baik tingkat kabupaten kota provinsi hingga nasional (pusat).

"Setiap Aleg PKS di semua tingkat harus paham, menghayati, dan membumikan tiga pro dalam setiap sikap dan kebijakan politiknya. Tidak boleh kebijakan Fraksi PKS keluar dari tiga koridor ini," tegas Jazuli yang juga Ketua Aleg PKS Nasional, Rabu (14/2/2018).

Baca:
Garis perjuangan Fraksi PKS 'Tiga Pro' itu mulai dari pro kerakyatan, pro keummatan,  dan pro pengokohan masionalisme Indonesia. Konkritnya Aleg PKS harus terus hadir di tengah-tengah rakyat, pahami kebutuhan mereka, selami kesulitan dan penderitaan mereka, berempati dengan permasalahan mereka.

Aleg PKS diharapkan Pro Rakyat. Fraksi PKS seluruh Indonesia juga telah menghadirkan terobosan Hari Aspirasi Rakyat agar seluruh rakyat semakin mudah menemui dan menyampaikan aspirasinya kepada Aleg PKS.

"Di tengah ekonomi rakyat yang sulit, Fraksi PKS tegas berpihak pada rakyat dengan menolak dan mengkritisi kebijakan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, tarif listrik, bahan bakar, dan lain-lain. Kita juga kritisi berbagai kebijakan impor seperti impor beras, garam, kedelai, dan lainnya yang jelas merugikan  petani," terangnya.

Tidak hanya besikap, Fraksi PKS DPR juga menginisiasi RUU pro rakyat. Salah satunya, Fraksi PKS merupakan inisiator tunggal RUU Kewirausahaan yang diharapkan menjadi solusi pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi rakyat.

Pro keummatan, lanjut Jazuli, dilakukan dengan cara selalu dekat dan menjaga silaturahim dengan kyai, ulama, habaib, dan tokoh-tokoh agama agar setiap langkah dan kebijakan Fraksi PKS tidak menyimpang dari nilai-nilai agama dan aspirasi umat. Serta selalu terdepan dalam merespon isu-isu keummatan.

"Maka sikap Fraksi PKS tegas menolak perzinahan, perilaku LGBT, peradaran miras secara bebas, dan bahaya narkoba karena bukan saja bertentangan dengan nilai-nilai agama, akhlak, lebih dari itu merusak masa depan generasi bangsa," katanya.

Fraksi PKS, lanjutnya, juga selalu terdepan dalam memperjuangkan legislasi yang mengatur masalah umat dengan keberpihakan yang kuat pada kepentingan umat seperti UU pornografi, UU Perbankan Syariah, UU Zakat, UU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan UU Pengelolaan Dana Haji.

Termasuk RUU Pendidikan Pesantren, RUU KUHP, RUU Pelarangan Minuman Beralkohol. Di daerah Aleg-Aleg PKS DPRD juga aktif melahirkan Perda-Perda yang menumbuhkan semangat keberagamaan.

Sementara untuk pro Nasionalisme Indonesia diwujudkan Aleg PKS dengan menjaga Pancasila sebagai nilai identitas dan karakter serta kepribadian bangsa.

"Apa karakter bangsa Indonesia? Pancasila! Bangsa Indonesia itu bertuhan, beragama, berakhlak. Kita junjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab, bersatu dan bersaudara, mengedepankan musyawarah dan berlaku adil kepada seluruh rakyatnya," kata Jazuli.

Fraksi PKS menjadi yang terdepan untuk mengkonter jika ada yang ingin menjadikan Indonesia ateis atau antiagama, bebas berbuat semuanya tanpa mengindahkan nilai dan etika, serta menjadikan Indonesia menjadi negara liberal bebas tanpa batas dan aturan.

Maraknya perilaku LGBT kita tolak, miras dan narkoba kita tolak, karena bukan karakter dan pasti bertentangan dengan identitas bangsa kita.

"Inilah komitmen dan garis perjuangan kami. Mohon doa dan dukungan semoga kami istiqomah dan meraih kemenangan besar pada pilkada dan pemilu mendatang," pungkasnya.

Sekretaris Fraksi PKS yang juga sebagai Ketua Panitia, Sukamta mempertegas bahwa pertemuan aleg PKS se-Indonesia ini membicarakan banyak hal terkait internal maupun eksternal masalah bangsa. Begitu juga tentang Pilkada 2018, hingga strategi pemenangannya. (dab/martin)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya