Rekomendasi

Kasus Edu Park: Penasehat Hukum Terdakwa Tidak Ajukan Eksepsi

Rabu, 14 Februari 2018 : 15.11
Loading...
KARANGANYAR - Penasehat hukum Purwono, yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penyimpangan pengadaan tiga unit pesawat di lokasi wisata edu park, tidak menegajukan eksepsi atas surat dakwaan tim jaksa penuntut umum (JPU).

Hal tersebut dikatakan Dwi Heru Wismanto, penasehat hokum terdakwa, ketika dihubungi hariankota.com, melalui telepon selularnya, Rabu (14/2). Menurutnya, berdasarkan hasil diskusi dengan terdakwa, persidangan terus dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

“Kita tidak mengajukana eksepsi. Kami meminta kepada majelis hakim, untuk melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi,” kata Heru (14/2/2018).

Dalam kasus ini, akan mengajaukan dua orang saksi yang mengetahui tentang pengadaan barang dan spesifikasi pesawat. “Kita menghadirkan dua saksi. Kita juga siap untuk membantah dalil-dalil yang diajukan JPu dalam surat dakwaannya, termasuk soal kerugian Negara,” tegasnya.

Sementara itu, Kajari Karanganyar, Suhartoyo, yang didampingi Kasi Pidsus, Hanung Widyatmaka, mengatakan, lebih dari 30 orag saksi akan dihaadirkan untuk memperkuat surak dakwaan JPU. “Kita akan buktikan di persidangan. Kita akan hadirkan lebih dari tiga puluh orang saksi,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sidang perdana kasus dugaan penyimpangan pengadaan pesawat di lokasi edu park, digelar di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang, pada tanggal 5 Februari 2018.

Dalam surat dakwaannya, terdakwa di jerat dengan pasal 2 dan 3 UU 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Kasus ini bermula ketika Pemkab Karanganyar membangun wisata pendidikan (edu park) di lokasi kolam renang Intanpari tahun 2014 lalu.

Di lokasi wisata pendidikan tersebut, dilengkapi dengan tiga unit pesawat, masing-masing dua unit helikopter bekas dan satu unit pesawat Boeing 727 Air Bus 200, dengan total anggaran Rp 2 miliar.

Namun, dalam pengadaan pesawat tersebut, terdapat selisih harga, dan berdasarkan hasil audit BPKP, pengadaan pesawat ini, mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 509 juta. (Iwan Iswanda/Gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners