Rekomendasi

Keren! Mei 2018 Bandara Terapung Pertama di Indonesia Resmi Beroperasi

Selasa, 13 Februari 2018 : 22.01
SEMARANG - Indonesia untuk pertama kali dalam sejarah akan segera memiliki bandara dengan terminal terapung, tepatnya di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Disebut sebagai terminal terapung (floating airport terminal) karena terminal baru Bandara Ahmad Yani dibangun di atas lahan lunak dan sebagian besar berair dengan menggunakan tiang pancang dan metode prefabricated vertical drain (PVD) untuk memadatkan lahan lunak tersebut.

PVD merupakan sistem drainase buatan yang dipasang di dalam lapisan tanah lunak.

Desain terminal baru Bandara Ahmad Yani mengadopsi konsep bandara berwawasan lingkungan (eco-airport) yang direncanakan, dikembangkan, dan dioperasikan dengan tujuan menciptakan sarana dan pra-sarana perhubungan yang ramah lingkungan serta berkontribusi positif kepada lingkungan hidup.

Selain bandara berwawasan lingkungan, bandara ini juga ditargetkan mendapatkan sertifikat emas dari Dewan Bangunan Hijau Indonesia (GBCI) yang saat ini aspek desain Bandara Ahmad Yani sedang dalam proses untuk mendapatkan Penghargaan Rancangan Sertifikasi Emas dari GBCI.

“Topping off ini merupakan komitmen kami kepada penguna jasa bandara serta masyarakat Jawa Tengah umumnya serta Semarang dan sekitarnya pada khususnya untuk meningkatkan layanan kebandarudaraan dengan mengutamakan kenyamanan tanpa mengenyampingkan aspek keselamatan dan keamanan.

Topping off ini juga merupakan bentuk kontribusi kami terhadap pengembangan perekonomian daerah, khususnya Semarang dan sekitarnya,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Kemajuan pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani, Minggu (11/2), ditandai saat PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan penutupan atap terminal baru oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani di Semarang ini direncanakan mulai beroperasi (minimum persyaratan) pada Mei 2018. Pengoperasian terminal baru bandara ini diharapkan menjawab masalah minimnya kapasitas yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Kapasitas terpasang Bandara semilai senilai Rp2,07 triliun ini hanya mampu menampung 800.000 pemakai jasa penerbangan per tahun, namun realisasinya pada 2017 sudah melayani 4,4 juta orang sehingga membuat pemakai jasa penerbangan di sana tak nyaman.

Hal ini banyak terjadi di bandara besar di Indonesia. Terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luas 58.652 meter persegi, hampir sembilan kali lebih besar dibanding luasan terminal saat ini, yang hanya seluas 6.708 meter persegi.

Luasan tempat parkir pesawat (apron) nantinya mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat lorong tunggal atau konfigurasi 10 pesawat lorong tunggal dan dua pesawat berbadan besar atau kargo.

Bangunan terminal baru di sebelah utara landas pacu (runway) saat ini sebagian besar berdiri di atas air dan dikelilingi kolam, mulai dari gedung terminal, gedung parkir, dan parkir di atas lahan basah area. (Nugi/irawan)

Video Viral

Keseruan Saat AHY Putra SBY Disuguhi Martabak Oleh Gibran

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners