Rekomendasi

Legislator PKS Se-Indonesia 'Ngaji Budaya' di Yogya, Kecuali Fahri Hamzah

Senin, 12 Februari 2018 : 23.13
YOGYAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera bakal menggelar kegiatan Pleno Istimewa ke-2 Fraksi PKS se-Indonesia. Jumlah anggota legislator dari PKS sendiri ada sekitar 1.228 orang.

Hanya saja, ada satu anggota legislator dari PKS yang dipastikan tidak hadir dalam kegiatan yang berpusat di Hotel Alana Yogyakarta itu. Dia, Fahri Hamzah yang masih tercatat sebagai Pimpinan DPR RI dari PKS.

"Dia (Fahri Hamzah,red) masih status quo, kita tidak undang yang bersangkutan dalam kegiatan ini," kata Ketua Panitia yang juga Sekretris Fraksi PKS DPR RI, Sukamta pada wartawan, Senin (12/2/2018).

Sukamta menjelaskan acara yang berlangsung pada 13-16 Januari 2018 itu akan dihadiri lebih dari seribu anggota legislatif PKS dari tingkat pusat, propinsi dan kabupaten/kota. Bersamaan dengan acara ini juga diselenggarakan Bimbingan Teknis Anggota DPRD.

Puncak acara akan diselenggarakan pada hari Kamis 15 Februari dengan kemasan "NGAJI BUDAYA" dalam acara penutupan Pleno Istimewa yang akan dihadiri Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al-Jufri, MA dan Presiden PKS H. Moh Sohibul Iman.

Dalam acara ini akan ditampilkan orkestra gamelan, tari kolosal dan parade budaya nusantara. Penghujung acara akan dimeriahkan pagelaran wayang kulit dengan lakon "Babad Wanamarta, Puntadewa Ratu" bersama Dalang Ki Manteb Soedharsono.

Sukamta menjelaskan hajatan Pleno Istimewa ke-2 Fraksi PKS se-Indonesia kali ini membawa 4 pesan utama.

Pertama, legislator PKS untuk terus berjuang sekuat tenaga membela kepentingan rakyat dan untuk mempublikasikan kinerja yang telah dilakukan kepada publik melalui media massa dan juga pertemuan dengan masyarakat.

Kerja anggota dewan periode kali ini (2014-2019) telah mencapai 3 tahun lebih 5 bulan. Sebagaimana dilakukan oleh Fraksi PKS DPR RI yang sering mempublikasikan berbagai kerja yang telah dilakukan ke berbagai media massa dan juga membuat laporan kinerja kepada publik.

Maka di dalam Pleno Istimewa ini seluruh Fraksi PKS se-Indonesia wajib menyampaikan laporan kinerja kepada masyarakat. Berbagai perjuangan membela kepentingan masyarakat selayaknya diketahui oleh masyarakat luas agar mampu menjadi pendorong perubahan dan perbaikan di daerah.

"Kedua, legislator PKS harus kritis konstruktif terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah. Kritis mengandung pesan peka, cepat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dan konstruktif berarti legislator PKS juga mampu menawarkan solusi yang cerdas dan inovatif,"

Oleh sebab itu legislator PKS harus rajin berkomunikasi dengan masyarakat baik melalui pertemuan secara langsung atau melalui media sosial. Legislator PKS juga harus terus belajar dan banyak membaca sehingga mampu menghadirkan ide gagasan yang segar, yang bernas dan bermanfaat.

Maka ajang Pleno Istimewa ini juga menjadi media saling belajar dan saling berbagi pengalaman (best practice).

"Ketiga, legislator PKS harus mampu menjadi yang terdepan dalam agenda pembelaan kepentingan ummat Islam. Sebagai partai Islam dan juga partai dakwah, maka PKS harus mampu mendorong lahirnya Undang-Undang dan juga Peraturan Daerah yang melindungi kepentingan Ummat Islam," paparnya

Fraksi PKS DPR RI secara tegas menolak praktek LGBT dan mendorong adanya sanksi kepada tindak pidana LGBT. Sikap tegas juga perlu diwujudkan terhadap Miras, Prostitusi, Perzinaan dan berbagai hal yang membahayakan moral bangsa.

Sikap ini juga harus secara jelas dan tegas diperjuangkan oleh Fraksi PKS di daerahtentu dengan memperhatikan khasanah yang ada di daerahnya.

"Keempat, legislatior PKS harus mampu menjadi katalisator persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat. Hal ini penting untuk menjadi perhatian di tengah situasi masyarakat yang saat ini sering disuguhi hoax dan ujaran kebencian sementara dalam waktu yang sama banyak masyarakat yang menjerit karena harga sembako yang tidak terjangkau. Kondisi ini akan sangat rawan terhadap munculnya konflik horisontal," jelasnya.

Fraksi PKS DPR RI, secara rutin mengadakan disksui publik, mengundang berbagai tokoh lintas agama lintas ormas, selain untuk mencari solusi bersama juga sebagai wahana hadirkan sinergi dan harmoni antar elemen bangsa.

Hal ini diharapkan juga secara rutin dilakukan Fraksi PKS di daerah, menjadi pelopor dialog tokoh, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.

Iklim dialogis perlu didorong lebih kuat agar mampu menghilangkan cara-cara anarkis. Selain itu, pendekatan budaya juga perlu dikembangkan karena memiliki nilai dan pesan moral yang kuat. Oleh sebab itu dalam acara Pleno Istimewa ini juga diadakan

"Ngaji Budaya" sebagai pesan pentingnya pendekatan budaya untuk merajut kebaikan di tengah masyarakat. Agenda Ngaji Budaya sendiri merupakan kegiatan yang sudah rutin digelar di DPP PKS,"pungkasnya. (dab/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners