Rekomendasi

Pakar Optimis, Deadline Satu Bulan Penanganan Bau Limbah PT RUM Tercapai

Senin, 05 Februari 2018 : 22.02
Pakar Optimis, Deadline Satu Bulan Penanganan Bau Limbah PT RUM Tercapai (Foto:Sapto Nugroho/hariankota)
SUKOHARJO - Pakar lingkungan hidup dari Universitas Negeri Sebelas Maret  (UNS) Surakarta Prabang Setyono optimis persoalan bau limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) yang berada di Desa Plesan, Kecamatan Nguter dalam waktu dekat dapat diatasi sesuai waktu yang disepakati dengan warga selama satu bulan.

Sebagai ahli yang ditunjuk untuk membantu secara teknis Upaya menetralisir bau limbah, Prabang menyebutkan kemajuan penanganan bau limbah ada peningkatan signigfikan dan terus dikerjakan sebelum deadline tanggal berakhirnya kesepakatan antara PT RUM dengan warga tercapai.

"Presentasi angka pengurangan bau hingga saat ini sudah mencapai 75 persen. Dengan sisa waktu yang ada kami optimis paling tidak akan berkurang hingga 90 persen lebih," terangnya disela meninjau pembenahan Instalasi Pengolah Limbah (IPAL) PT RUM, Senin (5/2/2018).

Sejumlah pekerja masih terus membenahi tempat pengolahan IPAL dengan membuat barscreen untuk menekan bau agar tidak menyebar. Nantinya menurut Prabang, bau yang terkumpul di barscreen akan disedot dan kemudian di lakukan treatment menggunakan mikroba.

Selain itu lahan disekitar bangunan IPAL juga dilakukan vegetasi atau penanaman pohon dengan tujuan untuk menangkap bau. Diantara pohon yang ditanam yaitu, bunga kantil, kemuning dan kayu putih. Sebagai upaya terakhir, sebuah kolam ikan ukuran sekira 2 x 1 meter sudah disiapkan.

"Ini gunanya untuk memantau apakah limbah cair yang akan dibuang aman atau tidak," terangnya.

Sementara Kepala Dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo, Djoko Sutarto yang ikut memantau langsung di lokasi IPAL PT RUM menyampaikan apresiasinya atas kemajuan yang dicapai pabrik dalam mengatasi persoalan bau limbah yang diprotes warga.

"Pabrik sudah menunjukkan kesungguhannya. Dalam pengolahan limbah di unit pengolahan limbah telah dibangun instalasi dengan rencana mendatangkan mesin pengolah limbah dari Denmark," ujarnya.

Secara prosedur DLH Sukoharjo memastikan bahwa PT.RUM telah mengolah limbah cair dengan mendatangkan ahli dan alat teknis yang memadai sesuai janjinya bahwa kebijakan pengolahan limbah saat ini sudah tidak berbahaya.

Seperti diketahui, sesuai hasil audiensi warga dengan manajemen pabrik yang digelar di DPRD Sukoharjo beberapa waktu lalu disepakati pada 20 Februari mendatang PT RUM memastikan limbahnya taklagi berbau.

Jika ternyata sampai batas waktu tersebut bau limbah masih menyengat maka pabrik diminta menghentikan operasionalnya. (Sapto Nugroho/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya