Rekomendasi

Pemerintah Dorong Industri Produksi Plastik Degradable Ramah Lingkungan

Kamis, 01 Februari 2018 : 21.42
SUKOHARJO - Beberapa industri plastik mulai mengubah produksi dari kantong plastik biasa berbahan polymer yang memiliki umur sangat panjang dan sulit diurai, menjadi plastik degredable maupun biodegredable yang diklaim lebih ramah lingkungan dan mudah terurai.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), R. Sudirman, mengatakan pemerintah sepenuhnya mendukung langkah para pelaku industri yang mempelopori memproduksi plastik ramah lingkungan atau degredable.

"Ini sudah sesuai tuntutan dunia internasional. Meski masih belum bisa dikatakan 100 persen ramah lingkungan karena masih menggunakan bahan baku polymer dengan kadar yang cukup tinggi. Untuk penerapannya secara nasional masih diperlukan standarisasi," katanya usai Seminar Pengembangan Industri Degradable Plastic Dalam Negeri di pabrik CV Sinar Jaya Plastindo, Di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kamis (1/2/2018).

Berbeda dengan biodegredable yang berbahan baku murni nabati, plastik degredable masih memiliki kandungan kimiawi yang hampir sama dengan plastik biasa. Hanya saja, memang degredable memiliki waktu terurai lebih cepat dari plastik biasa

Menurutnya, meski plastik degredable masih memiliki kandungan polymer dalam kadar yang sedikit, namun KLHK cenderung lebih setuju untuk penggunaan plastik jenis ini meskipun harganya tergolong lebih mahal dibandingkan plastik biasa.

Sementara pelaku industri yang juga owner, CV Sinar Jaya Plastindo Whelly Sujiono produsen plastik degradable menyebutkan, bahwa saat ini plastik degradable yang mereka produksi menyasar menggantikan kantong plastik kresek yang digunakan di pasar-pasar tradisional di Indonesia.

“Untuk produk plastik degradable kami berbahan baku singkong dan sengaja dipasarkan di pasar-pasar tradisional karena melihat prospek ke depannya sangat bagus,” jelasnya

Sebagai bukti keseriusannya, Whelly mengatakan pihaknya komitmen mendukung 4R yakni, pemakaian ulang plastik (reuse), pengurangan pemakaian plastik (reduce), daur ulang sampah plastik (recycle), serta pengembalian ke alam (return) melalui produk yang dapat diurai alam.

"Ini seperti sebuah penebusan dosa yang paling memungkinkan setelah selama beratahun-tahun memproduksi plastik yang sulit diurai dengan mulai memproduksi plastik degradable," pungkasnya (Sapto nugroho/Arin)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners