Rekomendasi

Penyerangan Gereja Lidwina Bedog, Inilah Lima Poin Jogja Police Watch

Senin, 12 Februari 2018 : 20.30
YOGYAKARTA - Jogja Police Watch (JPW) mengecam keras aksi penyerangan di gereja St Lidwina Bedog, Jambon, Trihanggo Gamping, Sleman, DIY, yang dilakukan Pelaku penyerangan diketahui bernama Suliono, warga Banyuwangi pada Minggu (11/2) pagi.

JPW pun mendesak agar aparat kepolisian mengungkap kasus tersebut. Melalui Kepala Divisi Humas JPW Baharuddin Kamba, lima poin disampaikan Jogja Police Watch (JPW) terkait kasus penyerangan tersebut.

"Pertama bahwa JPW mengecam keras atas aksi biadab yang dilakukan oleh pelaku penyerangan terhadap para jemaah gereja St Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, DIY.

Dengan alasan apapun tindakan pelaku tidak dapat dibenarkan dan tindakan pelaku dapat menciptakan rasa teror karena menimbulkan ketakutan tetapi kita harus yakin bahwa kita dapat melawan aksi-aksi teror," jelasnya dalam rilisnya yang diterima hariankota.com, Senin (12/2/2018).

JPW juga berharap kasus segera diproses tuntas dan menyerahkan kasus kepada pihak yang berwajib.

"Bahwa JPW mendukung atas proses hukum terhadap peristiwa yang memilukan ini. Mari kita kawal proses hukum ini dan percayakan kepada pihak kepolisian untuk bekerja secara profesional, akuntabiltas dan transparan agar kasus ini dapat diungkap secara tuntas tanpa adanya intervensi dari pihak manapun," tukasnya.

Baharudin Kamba juga mendukung upaya kepolisian untuk mengusut tuntas sehingga diketahui motif pelaku melakukan aksi penyerangan tersebut.

"JPW meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap apa sebenarnya motif di belakangnya. Tentu, kita berharap aparat kepolisian tidak terburu-buru (terlau dini) kasus ini pelakunya orang gila karena menjadi aneh kalau pelakunya semua orang gila seperti yang terjadi daerah Cicalengka dan Bandung Jawa Barat beberapa waktu lalu,"

"JPW juga mendorong kepada arapat kepolisian untuk menambah personelnya di sejumlah titik atau tempat ibadah (masjid, gereja, pura dan lainnya) tanpa harus diminta oleh masyarakat.

Hal ini penting selain memasang CCTV sebagai pendetiksi dini agar peristiwa serupa tidak terulang juga ada jaminan keamanan dari aparat kepolisian terhadap semua warga yang sedang menjalankan ibadah keagamaan," tutupnya. (dab/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners