Rekomendasi

Sidang Kasus UII: JPU Tetap Pada Tuntutannya, Enam Terdakwa Minta Dihukum Ringan

Kamis, 01 Februari 2018 : 21.38
Loading...
KARANGANYAR - Sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan dan kekerasan pelaksanaan The Great Camp (TGC) Diksar Mapala UII, Kamis (1/2/2018) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar dengan agenda pembacaan duplik dari penasehat hukum para terdakwa, atas replik dari tim jaksa penuntut umum (JPU).

Lima orang terdakwa, masing-masing, TM, DK, HS, TAR dan NA, didampingi oleh penasehat hukumnya, Werdi hapsari Murti, dari kantor advokat Achiel Suyanto, sedangkan satu terdakwa dengan inisial RF, didampingi oleh kuasa hukumnya, Wibowo Kusumo Winoto, Ismu Riyanto dan Abdurrahman.

Dalam dupliknya, penasehat hukum terdakwa lima terdakwa, mengatakan, dalam menuangkan argumentasinya, baik dalam surat dakwaan, tuntutan maupun dalam repliknya, JPU telah keliru dalam melakukan pendekatan dalam melihat sebuah perkara.

Akibatnya, JPU meniadakan kenyataan dan fakta persidangan, fakta hukum dan pembuktiannya di persidangan.

“Dalil-dalil terkait fakta yang dikemukakan oleh JPU, kami menilai masih bersifat sepihak dan sangat subyektif karena dilihat dari kepentingan JPU sendiri dan belum melihat pada kepentingan demi penegakan hukum,” kata Werdi Hapsari, Kamis (1/2/2018).

Hal senada juga dikatakan penasehat hokum terdakwa RF. Tim kuasa hukum RF mengatakan, tuntutan JPU selama 5,6 tahun penjara terhadap RF, sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta yang terungkap dalam persidangan.

Sementara itu, dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Nunik Sri Wahyuni tersebut, enam terdakwa meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan putusan yang seringan-ringannya. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu terdakwa, NA.

Menurut NA, mereka tidak ada niat sedikitpun untuk membunuh korban. NA bersama rekan-rekannya, juga telah meminta maaf kepada keluarga ketiga korban. “Kami minta kepada majelis hakim agar menjatuhkan vonis seringannya,” ujar NA sambil menahan tangis.

Ketua majelis hakim, Nunik Sri Wahyuni, mengatakan, sidang akan dilanjutkan pada hari Kamis (08/01/2018) dengan agenda pembacaan putusan dari majelis hakim.

Dalam sidang sebelumnya, JPU tetap pada tuntutannya dan menyatakan enam terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal pasal 351 ayat 1 dan 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1, yang merupakan dakwaan alternative, telah memenuhi unsur pidana.

Dalam tuntutannya, JPU menuntut para terdakwa masing-masing, terhadap TN, DK dan HAS selama 6 tahun penjara, terdakwa RF dan NA selama 5,6 tahun penjara dan TAR 4 tahun penjara. (Iwan Iswanda/gun)

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners