Rekomendasi

Terlibat Bobol ATM Nasabah Bank Gunakan Skimming, Seorang Pengacara diciduk Polisi

Selasa, 13 Februari 2018 : 21.07
SUKOHARJO - Untuk kali pertama Polres Sukoharjo berhasil mengungkap kejahatan pencurian dengan pemberatan berupa pembobolan kartu ATM bermodus menggunakan Card Skimming. Dalam kasus ini, dua tersangka yang ditangkap salah satunya berprofesi sebagai pengacara.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi dalam rilis, Selasa (13/2) menyebutkan kedua tersangka ditangkap berdasarkan laporan korban Sri Rahayu warga Dukuh Talunombo RT 01/RW 06 Desa Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.

Semula sebagai nasabah, korban mendapat pemberitahuan dari Bank adanya pengurangan deposit lantaran terjadi penarikan uang tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kawasan pabrik PT RUM, Desa Plesan, Kecamatan Nguter pada Rabu, 16 Agustus 2017 silam.

Merasa tak pernah melakukan transaksi, korban lantas melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian pada Selasa, 30 Januari 2018.

"Dari penyelidikan Unit Reskrim, akhirnya Jum'at, (2/2) tersangka pelaku bernama Tri Warno alias Kebo berhasil ditangkap ditempat kosnya, di Kampung Kandangsapi, RT 01/RW 33 Kelurahan Kecamatan Jebres, Kota Solo," kata Kapolres.

Tak berselang lama, petugas juga menangkap tersangka berikutnya bernama Saryanto Aladam alias Adam (46) warga Dukuh Semenrejo RT 01/RW 05 Desa Balong, Kecamtan Jenawi, Kabupaten Karanganyar yang berdomisil di Kampung Walangarum RT 03/RW 02 Desa Jombor, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.

"Dia (Adam) ditangkap di sebuah hotel di jalan Slamet Riyadi, Solo. Profesinya pengacara," imbuh Kapolres.

Setelah diperiksa, keduanya mengaku telah mengkloning kartu ATM milik korban atau card skimming menggunakan alat seharga Rp 15 juta yang dibeli secara online dari Taiwan pada tahun 2010.  Akibat aksinya ini, korban menderita kerugian kehilangan uang depositnya sekira Rp 11, 579 juta.

Skimming kata Kapolres adalah aktivitas yang berkaitan dengan upaya pelaku untuk mencuri data dari pita magnetik kartu (magnetic stripe) ATM/debit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban.

Dalam beraksi untuk mendapatkan data, salah satu pelaku mendatangi calon korban dengan berpura-pura menolong saat korban kesulitan mengakses PIN kartu ATMnya yang memang bagian dari skenerio mengetahui kode PIN ATM korban.

Dengan sandiwara itu, tak butuh waktu lama, hanya dengan menggesekkan ATM milik korban ke alat skimmer mini yang sudah disiapkan tersngaka, maka data nasabah seketika tersalin. Selanjutnya data tersebut di kloning ke dalam ATM kosong yang kemudian digunakan tersangka mengguras uang mlik korban melalui ATM.

"Untuk kejahatan dengan modus seperti ini di wilayah Sukoharjo baru pertama kali ditemukan. Mereka mengaku beropersai sejak 2010, dan telah menghasilkan uang ratusan juta rupiah dari para korban yang dipilih secara acak. Untuk itu. Atas temuan kasus ini, kami minta masyarakat agar waspada dalam menggunakan ATM," imbau Kapolres.

Selain menangkap dua tersangka, petugas juga mengamankan beberapa alat bukti sarana pendukung kejahatan berupa, 1 unit sepeda motor, nopol AD 4230 KY, 2 unit skimmer warna hitam, 1 unit laptop, 2 buah flasdisk dan 1 bua kartu ATM kosong warna putih.

"Atas perbuatannya, kedua tersangka kami jerat pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP dengan ancaman penjara selama-lamanya 7 tahun penjara," pungkasnya. (Sapto Nugroho/irawan)
Bagikan :

Video Viral

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya

Our Partners