Rekomendasi

Vonis Kasus UII Jilid II: Ini Kata Penasehat Hukum Terdakwa

Jumat, 09 Februari 2018 : 21.46
KARANGANYAR - Penasehat hukum para terdakwa kasus dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan TGC Diksar mapala UII, Achiel Suyanto, mempertanyakan putusan majelis hakim yang tidak mempertimbangkan keterangan saksi a decharge (meringankan, red) yang diajukan.

Padahal menurut Achiel, saksi yang diajukan tersebut, juga diperiksa di bawah sumpah.

“Kami tidak mempersoalkan berapa hukumannya, yang kami pertanyakan, kenapa saksi yang kami ajukan tidak dimasukkan dalam pertimbangan majelis hakim. Saksi yang kami ajukan juga di sumpah,” tegas Achiel Suyanto, Jumat (9/2/2018).

Hal senada juga dikatakan Abdurrahman, salah satu tim penasehat hukum terdakwa RF. Menurutnya, majelis hakim menggeneralisir putusan terhadap para terdakwa. Padahal menurutnya, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, serta menurut keterangan saksi, tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan.

“Majelis hakim menggeneralisir hukuman. Kita akan pelajari lagi putusan ini, untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” kata dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Karanganyar yang dipimpin Nunik Sri Wahyuni, menjatuhkan vonis masing-masing empat tahun penjara terhadap terdakwa TAR, NA, RF, DK dan HS, sedangkan untuk terdakwa TAN, majelis hakim menjatuhkan vonis selama 2,3 tahun penjara potong masa tahanan.

Menurut majelis hakim, perbuatan para terdakwa, menyebabkan tiga peserta The Great Camp (TGC) Diksar Mapala UII, meninggal dunia dan puluhan peserta lain mengalami luka.

“Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 351 ayt 3 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 serta pasal 351 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” kata ketua majelis hakim, Nunik Sri Wahyuni, Kamis (8/2/2018) malam.

Menanggapi putusan majelis hakim tersebut, para terdakwa menyatakan pikir-pikir. (Iwan Iswanda/gun)

Saat ini 0 komentar :

Berita Terbaru

Selengkapnya